[Freelance] My Boy and My Guardian Angel (part 1) €


Image

Hai back with me Kim Tae_Ah ^^ sorry for the late post this FF T_T I try to seacrh my inspiration but never show in my mind -_-V I hope you enjoy this story ,oke? (‘_^b)

If you want to seacrh or read my FF you can visit my blog à https://belbelinda97.wordpress.com 

Or you can seacrh in the blog http://exoshidaefanfic.wordpress.com and write in the seacrh “Kim Tae_Ah” 😉 and there will show you all my FF ^_^

 

Title : My Boy and My Guardian Angel

 

Author : Kim Tae_Ah

 

Genre : Romance,Sad,Friendship (sewaktu-waktu bisa berubah)

 

Poster by : PearlshaphireBlue ^_^ *gomawo for the poster ^^

 

Rating : PG-13+

 

Length : Multichapter

 

Main Cast : – Yuri SNSD

-Tiffany SNSD

-Chanyeol Exo K

-Kai Exo K

 

Support Cast : (find it in the story)

 

Disclamer : this story official is my mine and the cast belong to God

 

Note: Don’t Bash !! Don’t Copas !! Don’t Be silent readers

Song present : And One – Taeyeon 

Baby don’t cry –Exo

 

Warning Typo + Garing !!

 

****

 

Perlahan yuri bisa melupakan sakit hatinya meskipun kadang ia masih terus memikirkan namjachingunya itu. Apalagi namjachingunya itu selalu datang dalam mimpinya dan membuat yuri terkadang meneteskan air mata nya.

 

“kenapa kau selalu datang dalam mimpiku?” yuri terus bertanya sambil menghapus sisa air mata yang mengalir di pelupuknya.

 

Yuri pun bangkit untuk segera bersiap-siap mandi dan berangkat ke sekolah. Bagaimana pun juga dia harus tetap masuk sekolah. Meskipun ia baru diputuskan oleh namjachingunya 3 hari yang lalu. Yuri semakin frustasi harus mengingat kejadian itu dan harus terekam ulang di dalam mimpinya. Itu sungguh melelahkan. 

Yuri pun selesai memakai pakaian seragam dan bersiap-siap menuju ke ruang makan. Disana sudah ada ayah,ibu dan adiknya D.O kyungsoo. 

 

“pagi yuri.” Sapa eomma yuri padanya.

 

“pagi eomma.” Yuri kelihatan dingin hari ini. itu jelas membuat eomma yuri sedikit khawatir melihat keadaan putrinya. Apalagi semenjak kejadian dia diputuskan oleh namjachingunya.

 

“kau tidak apa-apa yuri-ah? Kau sakit?” wajah eomma yuri nampak khawatir.

 

“Aniya.. gweanchana.” Yuri berusaha tersenyum agar eommanya tidak khawatir padanya.

 

“kalau begitu ayo sarapan. Eomma sudah membuatkan sarapan kesukaanmu.” Yuri pun duduk disebelah adiknya. Jelas-jelas kelihatan bahwa yuri sedang tidak ingin sarapan kali ini. ia lebih memilih duduk ditaman belakang sekolah seharian dari pada harus sarapan.

 

“noona.. hari ini disekolah akan ada pertandingan dalam lomba menyanyi. Mau kah noona menonton dan mendengarkan aku untuk menyanyi?” tiba-tiba D.O mengajak unnienya itu.

 

“Lomba nyanyi? Jam berapa lomba itu dimulai?” yuri hanya bertanya singkat.

 

“jam 11 noona. Noona kan sedang istirahat. Jadi nonton ya.” D.O terus membujuk unnienya itu. Dan yuri hanya menjawabnya dengan megangguk saja. D.O jadi kasian pada unnienya. Gara-gara namjachingu sialan itu membuat unnienya berubah menjadi dingin dan pendiam. Tidak seperti dulu unnienya selalu ceria dan malah mengejeknya. 

 

“Eomma,appa yuri pergi dulu.” Yuri pun beranjak dari kursinya dan mengambil tasnya.

 

“Tapi makananmu belum habis sayang. Nanti kau bisa lapar.” Eomma yuri melihat makanan yuri belum habis sama sekali.

 

“aku sudah kenyang eomma. Aku pergi dulu ya,nanti terlambat.” Yuri pun berjalan menuju pintu. 

 

“noonaa… tunggu… eomma,appa,D.O pergi dulu.” D.O pun berlari mengejar yuri agar ia dan unnienya bisa berangkat sama-sama ke sekolah. Apalagi D.O satu sekolah dengan unnienya itu.

 

Selama perjalanan menggunakan Bus yuri hanya memilih diam. sedangkan D.O terus mengajak yuri berbicara tapi hanya dibalas dengan jawaban singkat. D.O mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Ia tidak menyangka ternyata sakit hati itu membuat orang bisa sampai begini.

 

“noonaa.. lupakan lah namjachingu mu itu. Noona tau, itu membuatku hampir frustasi. Karena noona yang dulunya ceria kini berubah menjadi gadis yang dingin.” D.O berceloteh panjang lebar dengan wajah frustasinya.

 

“Diamlah kyungsoo. Itu bukan urusanmu.” Yuri hanya memandang jendela disamping tempat duduknya dengan wajah dingin.

 

“ tapi noona…” d.o memilih untuk diam. tidak ada gunanya berdebat dengan unnienya itu. Malah ada hanya jawaban seperti tadi yang didapatkannya. “Huft menyebalkan” kyungsoo berdecak kesal dalam hati.

 

 

***

@Class XI A

 

“Hei Yuri-ah,ku dengar kita akan kedatangan teman baru.” Ujar tiffany dengan nada semangat.

 

“benarkah?” yuri hanya menyaut singkat dengan wajah tanpa ekspresi.

 

“hei kenapa kau murung begitu. Nanti itu membuatmu cepat tua tau.” Tiffany berrgacak pinggang karena kesal sahabatnya begitu murung. Yuri hanya terus diam. tiffany yakin bahwa yuri masih tidak bisa melupakan namjachingunya itu.

 

“apa karena pria tidak tau diri itu? “ tiffany kini duduk dibangkunya yang bersebelahan dengan yuri dan menatap yuri dengan wajah datar. Yuri hanya mengangguk.

 

“kau harus melupakannya yuri. Bagaimana pun juga dia masa lalumu.” 

 

“tidak bisa tiff.. setiap aku melupakannya kenangan itu selalu muncul dalam mimpiku. Dan itu hampir membuatku frustasi.” Yuri akhirnya menangis. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan terus menangis. Tiffany sahabatnya begitu terkejut ternyata beginikah rasanya sakit hati.tiffany kemudian memeluk sahabatnya itu.

 

“tenanglah yul,kau pasti bisa melupakannya. Kemana sahabatku yang dulunya ceria dan kuat?” tiffany membujuk dan menyemangati yuri. Yuri kemudian menatapnya dan tersenyum.

 

“gomawo tiff,kau sahabat yang baik. Aku akan berusaha melupakannya.” Yuri menghapus air matanya.

 

“ya seharusnya begitu bukan? Rapikan rambutmu dan bersihkan air matamu sebentar lagi pelajaran dimulai.” Tiffany tersenyum pada sahabatnya.

 

***

“pagi anak-anak.” Songsaenim memasuki ruangan kelas.

 

“pagi songsaenim.” Murid-murid serentak menjawab.

 

“kali ini kita kedatangan teman baru. Dan dia pindahan dari amerika” Songsaenim pun menyuruh murid baru itu masuk. Semua kelas riuh akan kedatangan murid baru itu. Apalagi murid baru itu adalah seorang namja. Semua saling berbisik satu sama lain. 

“Annyeong,Kim jongin imnida. Kalian bisa memanggil saya Kai. Saya pindahan dari amerika. Saya mohon bantuannya.” Kai namja pindahan itu membungkuk setelah memperkenalkan dirinya. 

 

“apakah ada yang ingin bertanya pada Kai ? “ tiba-tiba songsaenim membuka suara.

 

“Kai. Bagaimana keadaan amerika itu? Apa disana menyenangkan?” tanya seorang siswa pada Kai.

 

“ya disana cukup menyenangkan.” Kai menjawab sambil tersenyum.

 

“apa disana banyak gadis-gadis cantik? “ tiba-tiba chanyeol menanyakan pertanyaan yang membuat tiffany berbalik dan melotot padanya.

 

“hahaha.. gadis-gadis disana lumayan cantik menurutku. Tapi lebih cantik gadis-gadis korea.” Kai tertawa mendengar pertanyaan konyol dari teman-teman barunya. Banyak yang bertanya dan memuji bahwa bahasa korea nya sangat baik padahal dia pindahan.

 

“baiklah jika tidak ada yang ingin bertanya lagi. Kai silahkan kau duduk di samping chanyeol.” Songsaenim pun menyuruh kai duduk di bangku kosong yang ada disebelah chanyeol

 

***

.

“annyeong kai,tiffany hwang imnida. Kau bisa memanggilku tiffany.” Sapa tiffany pada Kai sambil menunjukkan eye smilenya.

 

“Chanyeol imnida. Kekasih tiffany.” Sapa chanyeol pada teman barunya itu. 

“siapa bilang aku pacarmu,huh? Jelas-jelas kau menanyakan tentang gadis amerika.” tiffany tiba-tiba marah pada chanyeol. Maklum saja chanyeol dan kai duduk dibelakang tiffany dan yuri. 

 

“mianhae chagiya. Kau jangan cemberut. Nanti kau cepat tua.” Chanyeol menunjukkan giginya yang rapi itu dan tangannya membentuk tanda peace. Yuri hanya menggeleng melihat kelakuan teman nya yang tidak pernah akur satu sama lain itu. Sedangkan Kai hanya tertawa melihat keduanya. Maklum saja chanyeol sangat suka pada gadis-gadis tapi dia tetap setia pada yeojachinguku Tiffany.

 

Kai yang tadinya tertawa kini terhenti karena teman tiffany yang ada disebelahnya tidak memperkenalkan dirinya. Itu sangat membuat Kai penasaran. Dan tampaknya gadis itu tampak sedang tidak baik alias bad mood. “Ya mungkin lain kali saja aku mengajaknya bicara.” Kai bergumam dalam hati.

 

 

***

@Aula 

Tepat jam 11 siang. Yuri memenuhi janjinya untuk melihat pertunjukan lomba nyanyi dimana adiknya D.O ikut juga disana. D.O bisa melihat dari atas panggung bahwa unnienya sudah datang. Begitu banyak perserta yang maju dan meyanyikan lagu-lagu dan terkadang dari mereka ada yang fals. Tiffany menunggu penampilan D.O tapi tidak muncul-muncul juga.

 

“para hadirin sekalian,ini lah peserta terakhir kita. D.O Kyungsoo.” Sang MC menyebut nama D.O dan langsung saja tiffany siap-siap ingin mendengarnya.

 

“Lagu ini saya persembahkan untuk Tiffany noona. Judulnya Baby Don’t Cry.” D.O membuka penampilannya itu sebelum dia menyanyikan lagunya. Musik pun dimulai dan D.O pun mulai menyanyikan lagu itu.

 

Deoneun mangseoljima jebal, nae shimjangeul geodueo ga

Geurae naikaroulsurok joha daibit jochado nuneul gameum bam

Na anin dareum namja yeotdamyeon hulgeuk anul han gujeolieotdeoramyon

Neol geu saranggwa bakkun sancheo modu taewobeoryeo..

 

Baby don’t cry tonight eodumi geodjigo namyeon

Baby don’t cry tonight eobseotdeon ill dwigeoyah

Mulgeopumi dwineun goseun niga aniya kkeutnae mollaya haetdeon

So baby don’t cry,cry nae sarangi neol jikiiteni..

 

Say no more (baby) no more (don’t cry)

Jebal mangseolijineum malajwo mulgeopumi dwii geu chaina

Say no more (baby) no more (don’t cry)

Nusbhusin saramgeuro nameul su itge charari geu kallo nal taewojwo

 

Nin nun soge gadeuk choreuneun dlabit woo

Sori eobsi goton soge hulleo neomchnieun I bam

 

Baby don’t cry tonight eodumi geodjigo namyeon

Baby don’t cry tonight eobseotdeon ill dwigeoyah

Mulgeopumi dwineun goseun niga aniya kkeutnae mollaya haetdeon

So baby don’t cry,cry nae sarangi neol jikiiteni..

 

Ireun haessali noga naerinda

Noreoul dalmeun nunbushimi narinda

Gileul ilheun nae nuneun ijeya cry cry cry…

 

Lagu yang dibawakan D.O membuat penontong bertepuk tangan diakhir lagu bahkan yuri menangis dan memberikan standing apaluse pada adiknya itu. Meskipun awalnya dia kaget ternyata di lagu itu D.O nge-rap. Saat lagu itu mengalung yuri bisa merasakan bahwa D.O menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Dan saat itu juga yuri sadar bahwa dia tidak boleh terjebak dalam masa lalunya. Karena ternyata masih banyak yang menyanyanginya terutama keluarga dan sahabatnya.

 

***

 

“lagu itu sangat bagus. Chukkae D.O kau mendapatkan peringkat 1 dalam lomba itu.” Yuri memeluk adiknya itu.

 

“gomawo noona.. aku berikan lagu itu agar noona tetap bangkit dan tegar.” D.O masih memeluk noonanya itu.

 

“Gomawo my dongsaeng. Kau memberikan noona mu ini semangat dan noona sadar bahwa ternyata masih ada yang menyanyangi noona yaitu kau,ayah,ibu dan sahabat noona.” Yuri tersenyum dan masih memeluk erat adiknya itu.

 

“ne noona. Kau benar.”

 

“kalau begitu bagaimana kalau kita merayakan keberhasilanmu ini dengan aku mentraktir mu makan sepulang sekolah nanti.” Ajak yuri dengan wajah tersenyum.

 

“Boleh noona. Sekalian ajak tiffany noona juga.” D.O tersenyum pada yuri.

 

“baiklah. Kalau begitu tunggu noona di depan gerbang ne?

 

“Ne.” jawab D.O singkat.

 

 

***

#Pulang sekolah

 

“tiff, ayo ikut bersama kami. Merayakan keberhasilan D.O dalam meraih juara 1 dalam lomba nyanyi tadi.” Yuri berharap agar tiffany mau.

 

“Mianhae yuri, aku tidak bisa. Aku sudah janji pada chanyeol untuk pergi bersama.” Tiffany merasa bersalah karena tidak bisa ikut bersama sahabatnya.

 

“ne, gweanchana. Bersenang-senanglah.” Yuri tersenyum pahit.

 

“mianhae ya yul,kapan-kapan kita makan bersama.” Tiffany pun meninggalkan yuri sendirian di kelas. Yuri pun cepat-cepat mengatur bukunya dan cepat mengambil tas nya.

 

Yuri dengan langkah tergesa-gesa menyusul D.O karena takut D.O akan menunggunya. Dengan langkah cepat yuri menuju ke pintu gerbang. Dan tiba-tiba…

#brukk

Yuri terjatuh begitu pun dengan tasnya yang mengeluarkan semua barang yang ada didalamnya.

 

-TBC-

 

*mianhae ya kurang panjang u.u author janji bakal panjangin di chapter 2 ^^

*please coment and don’t be silent readers ^_^

 

 

Iklan

2 tanggapan untuk “[Freelance] My Boy and My Guardian Angel (part 1) €

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s