[Freelance] You Are My Girl


Image

Hai Admin dan Readers ^^ ini adalah karya ke-6 dari FF ku yang sebelumnya sebagai Author Freelance ^^ saya harap karya ku ini membuat Enjoy dan para readers menyukainya ^_^ Ceritanya saya harap para readers menyukainya 😀 dan penilaian mengenai cerita ini saya serahkan kepada para admin Exoshidae ^_^ baik menang maupun kalah dalam lomba ini saya akan tetap setia untuk menyalurkan karya saya di Fanpage Exoshidae 😉 

Dari pada basa-basi lagi. Enjoy and read this FF ^_^

 

 

Author : Kim Tae_Ah

 

Title : You Are My Girl 

 

Genre : Romance,Sad,Family and Friendship.

 

Rating : PG-13

 

Length : OneShot

 

Poster by : Afina23 *gomawo buat posternya ^_^

 

Twitter : @BelinBelinda

No HP : 089638881312

 

Main Cast : Tao Exo M

Yuri SNSD

Sehun Exo K

Taeyeon SNSD

 

Support Cast : (Find it in the story)

Prompts :

Because you’re too pretty

I don’t want to ever have you taken away

The moment I confirmed you stare

My heart wanted to take you.

~B1A4 Jinyoung – Be My Girl.  

 

Note : DON’T COPAS !! DON’T PLAGIAT !! DON’T BASH!! HASIL PEMIKIRAN SENDIRI ^_^ WARNING TYPO+GARING ^^

 

 

@Tao POV

 

“Hei Tao, ayo main bola.” Panggil Sehun sahabat Tao.

 

“Ne.” jawab Tao yang langsung meletakkan tasnya.

 

Saat itu saat umur Tao dan Sehun masih berusia 8 tahun. Mereka bermain bersama dengan teman-teman mereka di halaman belakang. Dimana lapangan itu dipenuhi dengan rumput-rumput hijau yang indah dan cocok dijadikan tempat untuk berolahraga. Saat itu tepatnya siang hari…

 

“Ayooo…ayoo.. tangkap bolanya Tao.” Seru Sehun sambil mengiring bola yang dibawanya. Sehun zpun menendang bola itu,tapi bola yang ditendangnya malah keluar lapangan.

 

“Yaaaa…. Bolanya…” seru Sehun dengan menghela nafas.

 

“Tunggu.. akan ku ambil bolanya.” Ujar Tao berlari untuk mengambil bola itu. 

Tao mengambil bola itu dan tepat bola itu berhenti di depan pagar rumah seseorang. Dan saat itu Tao terdiam memandang sosok pelangi di depannya. Tao memandang seorang gadis kecil yang sedang bermain ayunan. Gadis itu memiliki rambut ikal coklat,dan memakai pakaian dress kecil berwarna biru. Tao terus melihat gadis itu dan..

 

“Hei.. Tao kenapa lama sekali mengambil bolanya?” tanya Sehun yang sudah berdiri dibelakang Tao dan menepuk pundak temannya itu dengan wajah bingung.

 

“A..Ahh tidak. Ini bolanya.” Ujar Tao berbalik dengan wajah senyumnya.

 

“Kau kenapa? Siapa yang kau lihat?” tanya Sehun yang semakin kebingungan.

 

“Tidak. Tidak apa-apa. Ayo kembali main” Ujar Tao yang langsung merangkul sahabatnya itu,tapi saat Tao berbalik ternyata gadis itu sudah tidak ada. 

 

@Author POV

Gadis kecil itu sedang ingin bermain ayunan di halaman belakang rumahnya. Gadis kecil itu sangat suka bermain disana. Gadis itu berumur 6 tahun itu bermain ayunan sambil tersenyum. Ternyata gadis itu tidak menyadari bahwa ada seorang anak laki-laki yang memperhatikannya. Gadis itu dengan girang bermain ayunan,sampai saat teman dari anak laki-laki itu datang gadis itu baru menyadari bahwa ada yang memperhatikannya. Dengan cepat gadis itu masuk kedalam rumahnya. Gadis itu tau bahwa anak laki-laki itu sudah pergi akan tetapi masih memperhatikannya.

#Author POV End.

 

 

 

 

***

“Kau rawat anak itu saja!! jangan ikut campur dengan urusanku. “ ucap seorang laki-laki paruh baya dengan kasar.

 

“ Apa maksudmu,Huh? Kau dengan seenaknya pergi begitu saja..!! dan aku yang mengurus anak kita..? ” ucap wanita paruh baya dengan suara parau memukul laki-laki dihadapannya. Laki-laki itu menahan dan mehempaskan tangan wanita itu dengan kasar dan meninggalkan wanita itu begitu saja. wanita itu terus menangis dan terisak.

#Prangg!! (bunyi pintu yang ditutup dengan kasar)

 

“eomma,kau kenapa? Eomma tidak apa-apa?” tanya anak laki-laki bernama Tao dengan wajah bingung ,cemas dengan segudang pertanyaan dipikirannya.

 

“maafkan eomma nak… eomma tidak bisa mencegah appamu…” ucap eomma Tao yang masih terus terisak sambil memeluk anaknya itu. 

 

“jangan menangis eomma… eomma tidak salah.” Ucap Tao sambil memeluk erat eommanya. Tao terus menangis dan tetap memeluk ibunya itu.

 

***

@Yuri Home

“eomma.. apa kita akan pindah lagi ? “tanya gadis kecil berambut ikal coklat itu pada eommanya.

 

“ne sayang. Kita akan pindah,karena urusan bisnis mendadak. Segera tidur sayang karena kita akan berangkat besok pagi” Ucap Jessica tersenyum sambil membelai kepala anaknya.

 

“ne eomma.” Ujar gadis kecil itu berjalan menuju ke kamarnya sambil membawa boneka kesayangannya.

 

 

…15 tahun kemudian…..

 

“Kerja yang bagus. Persentasi yang kau buat sangat memuaskan.” Ucap bangga seorang pria paruh baya dengan setelan jas rapi yang dikenakannya.

 

“Ne. Kansahamnida. Anda terlalu memuji” Ujar Yuri tersenyum.

 

“Tidak-tidak hasil persentasimu memang layak untuk dipuji.” Ujar Kim MinSeok sang direktur. 

 

“Kalau begitu saya permisi dulu.” Ujar Yuri membungkuk dan meninggalkan ruangan meeting.

 

***

Yuri gadis berusia 21 tahun dengan rambut lurus pirang meninggalkan ruangan meeting itu dengan wajah senang karena hasil persentasinya berjalan dengan baik. Tiba-tiba Yuri dikagetkan dengan seseorang yang langsung memeluknya dari belakang.

“Chukkae, Yuri.” Ucap yeoja itu dengan senyum tulus diwajahnya.

 

“Ne. gomawo Taeyeon-ah “ balas Yuri dengan memeluk balik sahabatnya itu.

 

“Kau sangat hebat saat persentasi tadi. Bagaimana kalau kita pergi ke café Exoshidae untuk merayakan keberhasilan mu sekaligus makan siang.” Ajak taeyeon dengan wajah bersemangat.

 

“Ne. baiklah. Kali ini kau yang teraktir.” Ucap yuri terkekeh pelan pada sahabatnya itu. Yang langsung menarik tangan sahabatnya itu.

 

@Cafe Exoshidae

 

“Ow iya yuri,katanya aku dengar katanya perusahaan kita akan digantikan oleh direktur baru.” Ujar Taeyeon sambil memakan bimbimbap di depannya.

 

“Ne? kau serius taeyeon?” tanya Yuri yang seketika itu membulatkan matanya tidak percaya.

 

“Ne. aku serius yuri. Dan katanya direktur baru itu adalah teman dari anak sang direktur.” Ujar taeyeon yang masih memakan bimbimbap nya dengan wajah serius.

 

“Mwo? Teman anak dari direktur? Tapi kenapa bukan anak direktur saja yang menggantikan ayahnya?” tanya Yuri yang semakin bingung dan penasaran dengan direktur baru itu.

 

“Entahlah. Tapi aku dengar akan ada dari perusahaan kita yang akan membimbing direktur baru itu. Aku harap kau yang mendapatkan tugas itu yuri.” Ujar Taeyeon terkekeh pada sahabatnya itu.

 

“Kenapa aku?” tanya Yuri sambil meminum jus di depannya.

 

“Kau kan yang paling rajin dan aku dengar direktur baru itu seusia dengan anak direktur. Jadi mungkin kau akan cocok dengannya.” Ujar Taeyeon mengejek sahabatnya itu. 

 

“Mwo? Aniya… aku tidak mau. “ ujar Yuri mengelengkan kepalanya dengan wajah cemberut.

 

“Terserah apa katamu dan aku yakin kau akan tertarik dengan direktur baru itu.” Ujar Taeyeon menampilkan wajah smirknya. Yuri yang melihat tingkah sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya.

 

***

“Ada apa anda memanggil saya? “ tanya Yuri yang sudah berdiri di depan direktur Kim MinSeok.

 

“Duduklah yuri.” Ujar sang direktur. Yuri pun duduk dengan segudang pertanyaan di kepalanya.

 

“Apa kau sudah mendengar tentang direktur baru itu? “ tanya sang direktur pada yuri. Seketika itu juga wajah yuri terkejut dan ia memiliki firasat buruk tentang hal itu.

 

“Ne. saya sudah mendengarnya.” Jawab yuri singkat.

 

“tentang direktur baru yang akan menggantikan saya,akan mulai bekerja esok hari. Dan saya ingin anda nona Yuri mau membimbing direktur baru itu selama beliau menggantikan saya.” Ujar direktur dengan tegas dan seketika itu juga membuat jantung yuri ingin copot keluar. Bagaimana mungkin yuri diminta untuk membimbing direktur baru itu dan ini adalah pengalaman pertamanya membimbing seseorang dan orang itu adalah atasannya.

 

“tapi kenapa harus saya direktur? Kenapa bukan pegawai lain saja atau tidak Kim Taeyeon? “ tanya yuri dengan wajah bingungnya.

 

“Karena saya mempercayai anda. Saya yakin anda bisa melakukannya dengan baik.” Ujar sang direktur dengan wajah serius.

 

“Tapii.. saya tidak yakin… ini pengalaman pertama saya dalam membimbing seseorang,apalagi dia adalah atasan saya.” Yuri menundukkan kepalanya. 

 

“saya yakin anda bisa. Meskipun ini pengalaman pertama saya yakin anda sanggup melakukannya. Dan jika ragu kau bisa meminta bantuan teman mu itu Kim Taeyeon. Bagaimana yuri? Apa anda ingin membantu direktur baru itu?” tanya sang direktur dengan wajah tersenyum.

“hhhmm… baiklah direktur saya akan membantu direktur baru itu dan berusaha sebaik mungkin.” Jawab yuri dengan nada tidak bersemangat. Akan tetapi wajahnya berusaha untuk tersenyum.

 

“Baiklah. Sekarang kau bisa kembali bekerja.” Ujar Direktur. Dan saat itu juga Yuri keluar dari ruangan direktur dengan wajah cemas ditambah pikiran yuri yang terus memikirkan kata-kata taeyeon di café dua hari yang lalu.

 

 

***

@Yuri Home.

Yuri melempar tasnya frustasi. Bagaimana tidak ini pertama kalinya dia membimbing seseorang. Apalagi orang itu adalah pria. Yuri semakin mengacak frustasi rambutnya. Tepat pada saat itu handphone yuri berdering.

 

“Yeobseo?

 

“Yuriiii…..” pekik taeyeon bersemangat.

 

“YA! Kau ingin membuatku tuli,huh?” ucap yuri kesal karena taeyeon begitu keras memanggil namanya.

 

“Mianhae… mianhae… apa benar kau yang membimbing direktur baru itu? “ tanya taeyeon bersemangat.

 

“Huftt… Ne. kim taeyeon” jawab yuri seketika itu langsung semakin menghela nafas kesal.

 

“Jinjja?? Chukkae yuri-ah. Ternyata perkataanku benar. Hehehe…” Jawab taeyeon sambil tertawa. 

 

“Yaaa… kenapa memberi selamat padaku.. harusnya kau membantuku. Apalagi ini pertama kalinya aku membimbing seseorang dan orang itu pria.” Jawab Yuri dengan menghela nafas kesal. Bukannya Taeyeon membantunya malah menertawainya. 

 

“hehehe… mianhae.. aku pasti membantumu yuri. Kau tenang saja. dan kau harus tetap semangat. Ne ? “ jawab taeyeon memberi semangat pada sahabatnya itu.

 

“Gomawo taeyeon-ah kau memang sahabat yang baik.” Ucap yuri dengan sedikit tersenyum.

 

“Ne cheonma. Ow iya aku dengar direktur baru kita itu tinggi dan tampan. Aku harap kau dekat dengannya. Hehehe… sudah dulu ya yuri-ah. Annyeong…” ucap taeyeon mengejek sahabatnya dan dengan cepat menutup teleponnya. Jika tidak,yuri akan memarahinya.

 

“Yaaaa… Kim Taeeyoonnn… “ pekik yuri kesal karena sahabatnya lagi-lagi mengejeknya. Yuri hanya bisa menggeleng frustasi.

 

 

***

# 1 minggu kemudian

 

“Yuri-ah… kau bawakan segera berkas-berkas itu ke meja ku sekarang.” Perintah Tao direktur baru yang sudah 1 minggu menggantikan direktur Kim Minseok. Sungguh yuri benar-benar frustasi karena direktur baru itu sangatlah menyebalkan. Memang benar kata Taeyeon wajah direktur baru itu tampan dan memiliki badan yang idealis ditambah mata panda yang dimilikinya membuat wajahnya terlihat cute. Tapi sifatnya yang suka memerintah orang itu membuat yuri semakin kesal. Dari awal yuri mengira saat direktur itu datang dia adalah orang yang pendiam dan berwibawa seperti direktur lama Kim Minseok. Tapi ternyata sebaliknya. Yuri terus mengomel dalam hati dan akhirnya dia tiba di depan ruangan sang direktur. Yuri pun mengetuk pintu itu dan akhirnya yuri masuk.

 

“kenapa kau lama sekali membawa laporannya? “ tanya Tao yang mengangkat kepalanya dan menatap yuri tajam.

 

“Mianhae. Saya akan lebih berhati-hati lagi.” Jawab yuri dengan wajah kesal. Emosi yuri sudah memuncak di kepalanya. Ia ingin sekali memukul direktur baru yang ada dihadapannya.

 

“Kau harus aku beri hukuman.” Jawab tao dengan wajah dinginnya.

 

“Mwo? Hukuman ?” jawab yuri dengan nada terkejut.

 

“Kau harus menjadi sekretarisku selama 2 minggu. Dan itu dikarenakan sekretaris baruku masih belum dapat bekerja.

 

“Sekretaris? Apa anda bercanda? Bagaimana dengan pekerjaan saya?” jawab yuri yang lagi-lagi terkejut dan amarah yuri kali ini semakin memuncak.

 

“untuk sementara pekerjaan mu akan digantikan oleh Kim Taeyeon. Aku akan memberitahunya untuk menggantikan pekerjaanmu untuk sementara selama kau menjalankan hukuman mu.” Jawab tao dengan santai tapi wajahnya masih menunjukkan sikap dingin. Yuri tidak dapat mengelak dari perintah Tao. Dengan masih perasaan kesal.

 

“Kalau begitu mulai hari ini anda menjadi sekretaris saya. Dan semua yang aku perintahkan harus kau patuhi. Mengerti ?” 

 

“Ne. Direktur Huang Zhi Tao.” Jawab yuri singkat dengan wajah menunjukkan kekesalan. Sedangkan tao hanya tersenyum smirk padanya.

***

 

“Taeyeon-ah bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa baik-baik saja?” tanya Yuri yang memastikan keadaan sahabatnya itu yang untuk sementara menggantikan pekerjaannya.

 

“Baik. Kau sendiri bagaimana? Bagaimana dengan direktur baru kita? “ tanya Taeyeon bersemangat.

 

“Dia direktur menyebalkan….. mata panda tidak punya perasaan.” Seru yuri kesal sambil melipat kedua tangannya.

 

“Hahaha… kau lucu yuri. Mata panda? Kau memanggilnya mata panda?” goda taeyeon menganggu yuri.

 

“Itu benar kan? Matanya memang mata panda. Jadi dia panda menyebalkan dan tidak punya perasaan.” Seru yuri yang sangat kesal terhadap Tao.

 

“Tidak punya perasaan? Wah ternyata sahabatku sudah mulai berubah. Hehehe…” ujar taeyeon yang terus menggoda yuri.

 

“Taeyeon-aahh… kau ini..” ujar yuri yang langsung meninggalkan taeyeon diruangannya. Taeyeon hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.

Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Yuri masih sibuk dengan pekerjaannya. Tanpa yuri sadari ternyata Tao meliriknya dan sesekali mengalihkan pandangannya dari yuri. 

 

“Aku ingin makan siang. Kau yuri temani aku makan siang hari ini.” Ujar Tao dengan wajah dinginnya.

 

“Aku? Aahh… tidak terima kasih. Saya bisa makan bersama dengan sahabatku.” Tolak yuri sambil memperhatikan berkas-berkas laporannya.

 

“Kau lupa? Kau sebagai sekretarisku harus mengikuti perintahku. Apa kau melupakannya?” jawab Tao yang sudah berada di depan meja yuri dan itu membuat yuri tersontak kaget. Jadi bagaimana?

 

“Ne. saya akan ikut.” Jawab yuri gugup. Tao berbalik dan berjalan keluar ruangan dengan wajah smirknya. Sedangkan yuri menghela nafas untuk menghilangkan keguguppannya. 

 

“Yaa.. dasar panda tidak punya perasaan.” Gerutu yuri kesal dalam hati.

 

 

***

@Cafe Seoul

 

“Kau ingin memesan apa?” tanya Tao memandang yuri.

 

“terserah anda saja.” jawab yuri dengan formal dan mengalihkan pandangannya dari Tao. Dia tidak ingin memandang mata Tao yang menyeramkan itu.

 

“Baiklah.” Tao memanggil pelayan dan memesan makanan yang ada di menu itu. Pelayan itu pun pergi.

 

“Saya tidak ingin kau memanggilku seperti itu.” Tao pun membuka pembicaraan.

 

“Ne? maksud anda?” tanya Yuri bingung.

“itu yang aku maksudkan. Jangan memanggilku Anda atau pak direktur. Tapi panggil nama saja. arraseo ?” jawab tao singkat dengan tetap menatap yuri.

 

“ne.” jawab yuri tersenyum.

 

***

Hari demi hari berlalu sudah 1 minggu lebih yuri menjadi sekretaris Tao. Dan Tao semakin hari menunjukkan perubahan. Sikapnya yang dingin dan tidak berperasaan mulai berubah. Yuri semakin dekat dengan Tao dan kadang-kadang Tao tersenyum ketika melihat Yuri. Dan Sisa 5 hari lagi waktu yuri menjadi sekretaris Tao akan berakhir. Tapi ada yang membuat yuri penasaran dengan sosok Tao seperti itu. 

 

“Tao… anak kepala direktur Kim MinSeok datang kesini.” Ujar yuri dengan nafas kelelahan saat memasuki ruangan Tao.

 

“Benarkah? Dimana dia sekarang?” 

 

“Dia sedang menuju kesini.”

 

#Flashback

Yuri sedang membawa laporan yang akan diserahkannya pada Tao. Tiba-tiba yuri melihat kantor menjadi riuh dan berkerumung di ruangan itu. Yuri menangkap sosok Taeyeon sahabatnya juga sedang ada disana. Yuri pun menghampiri Taeyeon. Ternyata Taeyeon dan karyawan lainnya sedang mengangumi sosok anak direktur lama mereka yaitu Oh Sehun. 

“Yuri,lihat lah anak direktur MinSeok begitu tampan dan berkarisma.” Ucap Taeyeon yang begitu kagum melihat sosok malaikat yang lewat di hadapannya.

“Omoo… taeyeon aku harus beritahu Tao dulu.” Ujar yuri yang dengan cepat menuju ruangan Tao.

#Flashback End

 

***

“Apa kabar Tao?” ucap sehun yang langsung merangkul sahabatnya itu.

 

“Baik. Kau sendiri? Kenapa tiba-tiba datang kemari?” tanya Tao heran.

 

“Aku hanya ingin berlibur sebentar dan memastikan perusahaan ayahku berjalan dengan lancar.” Ujar sehun tersenyum. 

 

“kenalkan ini sekretaris ku untuk sementara.” Ujar Tao yang memperkenalkan yuri dengan Sehun.

 

“Annyeong. Oh sehun imnida. Panggil saja Sehun.” Sapa sehun ramah.

 

“Annyeong Yuri imnida. Anda bisa memanggil saya yuri.” Sapa yuri tersenyum karena anak direktur Kim MinSeok sangat ramah dan baik. Berbeda dengan Tao yang dingin. 

 

“Jadi kau akan berlibur berapa lama disini? “ tanya Tao pada sahabatnya.

 

“Kira-kira 4 hari. Entahlah, aku kali ini membutuhkan seorang yang akan menemaniku untuk menikmati liburan ku kali ini.” Ujar sehun bersemangat dengan senyumnya.

 

“Bagaimana kalau yang menemanimu Kim Taeyeon saja.” usul tao.

 

“Kim Taeyeon?” tanya sehun bingung.

 

“Ya kim taeyeon. Dia adalah sahabat yuri. Dan mungkin dia bisa menemanimu selama kau menikmati liburanmu. Jadi kau jangan khawatir.” Ucap Tao.

 

“Baiklah.” Ujar sehun tersenyum.

 

***

@Taeyeon POV

 

#Taman Seoul

“Mianhae… saya telat.. mianhae membuat anda menunggu lama “ ujar taeyeon dengan nafas kelelahan dan membungkuk berkali-kali pada Sehun.

 

“sekarang kita mau kemana?” tanya sehun dengan wajah tersenyum.

 

“bagaimana kalau kita ke LotteWorld ? “tanya taeyeon dengan wajah semangat.

 

“Baiklah.” Jawab Sehun sedikit dingin. Dia merasakan sesuatu yang aneh. Entahlah, karena dia merasa gugup saat melihat wajah gadis itu. Taeyeon dan Sehun bermain di LotteWorld sepuasnya dan mereka kadang tertawa bersama dan menikmati suasana seperti itu. 

 

“Aahh… aku lelah. Kita istirahat dulu.” Ujar taeyeon yang segera menuju tempat duduk yang ada dalam wahana tersebut.

 

“tunggu disini.” Tiba-tiba sehun meninggalkan taeyeon yang sedang kelelahan.

 

“yaaa… kau mau kemana?” pekik taeyeon yang heran dengan tingkah Sehun yang langsung meninggalkannya. Sehun tidak menjawabnya dan begitu saja meninggalkan taeyeon yang duduk sendirian. Tidak lama kemudian Sehun membawa dua buah ice cream di tangannya.

“makanlah untuk menghilangkan rasa lelah.” Ucap sehun menyerahkan ice cream coklat pada taeyeon.

 

“aahh… ne. gomawo” ujar taeyeon yang begitu senang menerima ice cream coklat makanan favoritenya.

 

“makanlah.” Ujar sehun yang berubah dingin sambil memakan ice creamnya.

 

“yaaa… berusaha bersikap dingin lagi?” ujar taeyeon yang berusaha menganggu sehun yang sedang memakan ice creamnya. Taeyeon tau bahwa sehun adalah orang yang baik dan ramah. 

 

“Apa maksudmu?” tanya sehun dan dia mengetahui maksud Taeyeon.

 

“Aku tau kau orang yang baik. Dan hanya berpura-pura bersikap dingin saja.”ujar taeyeon. Sehun terus memakan ice creamnya. Taeyeon memang benar.

 

“Ow iya berapa lama kau berteman dengan direktur Tao?” tanya taeyeon penasaran sambil terus memakan ice creamnya. Sehun kemudian bercerita mengenai bahwa mereka sejak kecil bersahabat. Akan tetapi keluarga Tao yang berantakan dimana ayah Tao pergi dengan perempuan lain dan saat itu Sehun berusaha untuk tetap pada sahabatnya. Tapi sifat Tao yang dulunya periang berubah menjadi dingin dan tidak banyak bicara. 

 

“Kasian direktur.. pantas saja dia begitu dingin dan tidak banyak bicara.” Ujar taeyeon yang merasa iba kepada Tao. Kini taeyeon tau penyebab Tao menjadi orang seperti itu.

 

“ aku lihat sepertinya dia banyak berubah.” Sehun kemudian membuka pembicaraan.

 

“Berubah?” tanya taeyeon bingung.

“Ya. Mungkin karena sahabatmu itu.” Ujar sehun yang memandang wahana permainan yang sedang berputar.

 

“Karena Yuri? Benarkah ? ternyata sahabatku akhirnya bisa membuat sang direktur berubah.” Jawab taeyeon senang mendengar kabar tersebut. Sehun heran melihat tingkah taeyeon seperti anak kecil.

 

“Ne. aku sangat senang karena ternyata sahabatku masih normal.” Ujar taeyeon terkekeh.

 

“Normal? Apa maksudmu?” tanya sehun yang semakin bingung.

 

“Aizz.. kau ini pabo ya! Tentu saja dia masih normal. Karena dia tidak pernah dekat dengan seorang pria pun dan aku senang karena dia bisa membuat direktur berubah.” Ujar taeyeon yang dengan semangat menceritakan tentang sahabatnya sampai-sampai dia lupa dia memanggil anak direktur Kim MinSeok Pabo.

 

“Kau memanggilku apa tadi nona taeyeon-ah?” tanya sehun yang menyipitkan matanya dan menegaskan kalimatnya. Dan seketika itu juga taeyeon menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.

 

“Benarkah kau tidak mengatakan apa-apa? Bukankah kau mengatakan tadi aku itu “pabo” ? tanya sehun yang menunjukkan smirknya karena melihat taeyeon begitu ketakutan. 

 

“Baiklah aku mengaku salah. Tapi itu benar kan? “ ujar taeyeon yang menyipitkan matanya menatap sehun balik.

 

“Siapa bilang aku salah? Dasar yeoja pendek.” Ujar sehun langsung menyentil dahi taeyeon.

 

“Auww… apa kau bilang yeoja pendek?” ujar taeyeon yang kesal karena dipanggil yeoja pendek ditambah rasa sakit di dahinya.

 

“Bukankah kita impas? Kau juga memanggilku pabo.” Ujar sehun menunjukkan smirknya.

 

“Tapi itu kenyataan.” Ujar taeyeon yang tidak mau kalah.

 

“Dasar yeoja pendek.” Ujar sehun lalu menjulurkan lidahnya mengejek taeyeon dan lari meninggalkannya.

 

“YA! Dasar sehun pabo! Awas kau yaa..” pekik taeyeon kesal lalu mengejar Sehun.

 

 

***

Hari demi hari berlalu. Sudah hari ke 3 Sehun di Seoul dan Taeyeon semakin akrab dengan Sehun. Kadang-kadang mereka saling bertengka satu sama lain. Tapi hal itu membuat Taeyeon menyukai sosok Sehun. Sedangkan Yuri sahabatnya kelihatannya semakin dekat dengan Tao. Taeyeon memberitahu yuri tentang Tao. Dan yuri paham mengapa Tao bersikap dingin dan pendiam.  

 

@Yuri Home

Yuri bersiap-siap menuju ke kantor. Dia sedang merapikan rambutnya. Tiba-tiba saja handphonenya berdering. 

 

“Yeobseo? “ 

 

“Yuri, dimana alamat rumahmu? “ tanya Tao pada yuri.

 

“Ne? alamat rumahku? Untuk apa?” tanya yuri yang heran dengan Tao.

 

“Beritahu saja. aku akan menjemputmu” ujar tao yang tidak ingin berbicara lama. Akhirnya yuri memberitahu alamat rumahnya. Dan sambungan telepon itu terputus. Yuri heran untuk apa Tao ingin menjemputnya. 

 

#Disisi Lain

@Taeyeon Home

“Yeobseo?

 

“Taeyeon-ah temani aku hari ini.” Jawab Sehun di telepon.

 

“Mwo? Hari ini aku harus bekerja. Aku tidak bisa.” Jawab taeyeon sambil merapikan rambutnya.

 

“Kau temani saja. karena aku sudah meminta izin pada Tao. Jadi kau tenang saja. jadi bersiap-siap lah. Aku akan menjemputmu 20 menit lagi.” Ujar sehun yang seketika itu juga menutup telepon. Taeyeon menghela nafas kesal. Tapi taeyeon hanya bisa pasrah.

 

***

@Cafe

“Jadi kau ingin menjemputku dan kita sarapan bersama?” tanya yuri yang kesal dengan sikap Tao yang seenaknya saja.

 

“Aku belum sarapan. Apa kau ingin melihat direkturmu ini mati kelaparan?” tanya Tao yang menatap yuri dingin. yuri hanya menggeleng memakan sarapannya dan mengalihkan pandangannya dan memilih diam. Sedangkan Tao yang melihat hal itu langsung menunjukkan smirknya. 

 

“Jadi sekarang temani aku pergi jalan.” Ujar Tao langsung menarik tangan yuri.

 

“Mwo? Bukankah kita harus bekerja? Bagaimana dengan kantor nanti?” ujar yuri cemas dengan keadaan kantor nanti. Tapi Tao hanya tersenyum melihat tingkah asisten nya itu. Dia tersenyum karena yuri adalah sosok wanita pekerja keras dan baik. Akhirnya Tao dan yuri berangkat menuju kesuatu tempat.

 

#Disisi lain 

@N Seoul Tower

 

“Gembok cinta?” tanya taeyeon tidak percaya Sehun membawa nya kesini.

 

“Ayo tulis permintaanmu di gembok ini.” Ujar sehun menyerahkan gembok yang sudah dibelinya. Taeyeon pun menerima gembok itu dan taeyeon semakin heran untuk apa pagi seperti ini sehun membawanya ketempat seperti ini. Mereka berdua menulis permintaan masing-masing. 

 

“Apa yang kau tulis?” tanya sehun penasaran dengan apa yang yeoja itu tulis.

 

“Itu rahasia. Sedangkan kau sendiri apa yang kau tulis?” tanya taeyeon balik. 

“Aku harap Kim Taeyeon jadi yeojachinguku. Dan dia mau menerimaku.” Jawaban dari mulut Sehun keluar begitu saja. dan membuat Taeyeon seketika itu terdiam dan terkejut apa yang dikatakan Sehun. Angin bertiup lembut dan membuat rambut taeyeon terbawa akan angin itu. 

“Apa benar yang kau katakan? “ tanya taeyeon sekali lagi dengan wajah terkejut.

“Aku benar. AKU MENCINTAIMU TAEYEON. APA KAU MAU MENJADI YEOJACHINGUKU?” sehun mengulang kata-katanya dengan suara yang keras. Taeyeon langsung memeluk Sehun dan menangis. 

 

“Aku mau menjadi yeojachingumu Sehun-ah. Aku juga mencintaimu.” Ujar taeyeon yang menitikkan air mata bahagia. Sehun pun memeluk taeyeon dengan erat. 

 

“Gomawo noona. I always be your mine and be your star everywhere.” Ucap sehun lirih dan memeluk taeyeon semakin erat.

 

 

***

Semenjak hari itu,dimana Sehun menjadi kekasih Taeyeon. Dan sehun memutuskan untuk tidak kembali dan memutuskan untuk tinggal di Korea agar bisa bersama dengan Taeyeon. Sedangkan Yuri besok adalah hari terakhir dimana dia tidak menjadi sekretaris Tao lagi. Hari ini tepatnya hari Sabtu. Dimana para karyawan libur.

 

@Yuri Home

Hari ini hari sabtu. Biasanya taeyeon dan yuri akan keluar bersama. Tapi yuri sedang malas jalan apalagi taeyeon sudah mempunyai namjachingu. Pasti dia akan menolak untuk di ajak jalan. Yuri dengan langkah malas menuju ke dapur. 

#Tok Tok Tok

Yuri terkejut pagi-pagi begini siapa yang mengunjungi rumahnya. Pasti taeyeon sahabatnya. Dengan langkah malas dia membuka pintunya.

“Tao?? Ada apa pagi-pagi begini datang kemari? Ini kan hari sabtu.” yuri terkejut sambil membulatkan matanya bukan hanya terkejut akan tetapi Tao memakai baju kaos lengan panjang hitam dan putih dengan celana jins hitam dan topi santai di kepalanya. Membuat yuri kagum melihat penampilan Tao yang berbeda.

 

“Kenapa kau belum siap-siap?” tanya tao yang memperhatikan yuri dari atas sampai kebawah ternyata yuri sangat lucu saat memakai pyama.

 

“memangnya kita mau kemana?” tanya yuri yang semakin bingung.

 

“Aku sudah mengirimkan pesan padamu. Dan kau tidak membalasnya.” 

 

“Benarkah? Kalau begitu masuklah dulu. Aku akan bersiap-siap.” Ujar yuri yang langsung bersiap-siap.

 

***

Tao benar-benar tidak berkedip saat melihat Yuri sangat cantik hari ini. Dengan balutan baju dengan blazzer hitam dipadukan dengan celana jeans pendek dan rambut di urai bergelombang. Menambah kesan cantik dan manis yang ada dalam dirinya.

@Sungai Han

“waahh… udaranya…. “ yuri merebahkan tangannya menghirup udara segar pagi hari di sungai Han. Tao hanya tersenyum melihat tingkah yuri. 

 

“ apa kau menyukai tempat ini?” 

 

“ya tempat ini bagus. Apalagi pagi hari seperti ini udaranya sangat sejuk. Coba kau rebahkan tangan mu dan hirup udaranya perlahan. Ayo lakukan.”ajak yuri agar Tao mau melakukan seperti yang dilakukannya. Pertama Tao ragu,akan tetapi Tao melakukannya.

 

“Benarkan apa yang aku katakan. Saat kau melakukannya itu membuat bebanmu hilang sejenak.” Ujar yuri tersenyum tulus pada Tao.

 

##Deg

Tao mengerti apa yang selama ini dia rasakan. Ternyata Yuri membuatnya tenang dengan mata tulus yang dimilikinya. Ternyata perasaan gugup dan jantung yang berdebar lebih cepat ternyata adalah berbeda. Dengan warna sungai yang berwarna biru cerah dengan angin berhembus kencang. Angin itu menghembuskan rambut Tao yang sedari tadi masih merebahkan tangannya seperti yang dilakukan Yuri. Yuri yang melihat hal itu ternyata bisa merasakan beban yang dirasakan Tao mulai menghilang. Yuri memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Tiba-tiba Tao memeluknya dari belakang. 

“Yuri… biarkan aku memelukmu seperti ini sebentar saja.” lirih tao. Tiba-tiba Tao membalikkan badan yuri dan wajah mereka berhadapan. 

 

“Aku mencintaimu. Aku merasa tenang dan berbeda saat bersamamu. Do You want to be my girl?” tanya Tao dengan tulus. Yuri terkejut mendengar pengakuan Tao. Yuri menitikkan air mata dan kemudian memeluk Tao.

 

“Ne. I want to be your Girlfriend.”

 

“Gomawo Yuri. You are my girl from now and forever.” Tao mengecup kening Yuri dengan tulus.

 

-END-

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s