[Freelance] Love You (part 2 / END)


Image

Title : Love You

Author : Kim Tae_Ah

Genre : Romance,Friendship,Sad.

Poster by :PosterDesigner

Rating : G (umum)

Length : Multichapter

Main Cast : Choi Daniel (Niel TeenTop)

Kang Hyemi (OC)

Support Cast : Luhan Exo M

 

All member TeenTop

Note : saya minta maaf atas keterlambatan FF request ini T_T karena kesibukkan tugas sekolah u.u #mianhae ya# dan dikarenakan posternya juga terlambat,saya mohon maaf jadi nge post FF ini jadi ketunda #bungkuk 90 derajat# dan ini FF request dari Angelic Chunsan. ^^ semoga ceritanya memuaskan dan dapat diterima dengan baik ^_^

Warning Typo + Garing !!!

****

Niel dan Hyemi sampai di Lotte World. Dimana wahana dan tempat perbelanjaan ada dimana-mana. Hyerin merasa senang karena Niel mengajaknya kesini. Sudah lama Hyemi sudah tidak datang ke tempat ini dan itu membuatnya tersenyum. Hyemi terkejut karena Niel tiba-tiba menarik tangannya.“Yaa.. kita mau kemana?”Hyemi berusaha mengikuti langkah kaki Niel,kalau tidak ia bisa terjatuh.”Kita mau ke wahana.” Hyemi tersenyum geli melihat tingkah Niel seperti anak kecil yang sangat ingin permen.

Mereka menaiki wahana biang lala dan wahana lainnya. Terkadang mereka tertawa bersama dan menikmati suasana di Lotte World. Sungguh Hyemi terkejut kali ini dan senang dapat menikmati wahana disini.

Hyemi menghela nafas lelah.“Niel,kita istirahat dulu ya.” Hyemi kemudian menuju bangku yang tersedia disekitar wahana,dimana pengunjung dapat duduk beristirahat sejenak. Niel hanya mengangguk dan tersenyum. Hyemi mengelap keringat yang menetes dari dahinya dan sesekali tersenyum.

Niel menoleh ke arah Hyemi dan heran dengan tingkah Hyemi yang terkadang senyum-senyum sendiri. “Hey.. kenapa kau senyum-senyum seperti itu?.

“Aku begitu senang.” Hyemi tersenyum.” Senang ? Apa ini pertama kali kau datang kesini?” Hyemi menggeleng. “Aniyaa… aku sudah pernah datang kesini,akan tetapi sudah jarang bisa dibilang tidak pernah kesini lagi. Tapi terima kasih karena kau mengajak ku kesini.” Niel awalnya penasaran dengan apa yang dikatakan Hyemi,akan tetapi ia tidak mementingkan hal itu asalkan ia dapat membuat Hyemi tertawa dan tersenyum seperti itu. “Ne,gomawo.”

****

“Hyemi,ayo kita bermain disana.” Niel menarik tangan Hyemi.” Dimana Niel?” Niel menunjuk ke arah wahana tempat ice skating berada.” Tapi a..aku… tidak bisa bermain ice skating Niel.” Hyemi menghentikan langkahnya.” Tenang aku akan mengajarimu.” Niel tersenyum dan kemudian menarik tangan Hyemi kembali.

Kini mereka sudah berada ditengah wahana dimana banyak pengunjung bermain ice skating. Hyemi memegang erat tangan Niel,ia sangat takut terjatuh. Kini Niel berdiri menghadap Hyemi dan memegang kedua tangan Hyemi.” Sekarang gerakan kakimu maju,ingat kiri-kanan perlahan.” Hyemi sedikit ragu apa yang dikatakan Niel padanya. Tetapi dia mencoba mengerakkan kakinya dan dibantu oleh Niel.

“Bagaimana perasaanmu?” Niel memegang tangan Hyemi.” Entahlah.. kurasa permainan cukup menyenangkan.” Hyemi tersenyum sambil terus memegang erat tangan Niel.” Benarkah? Kau menyukainya??” Niel mulai mengeraskan suaranya. Hyemi sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Niel.

“Niel.. pelankan suaramu.” Hyemi yang masih memegang tangan Niel dimana Niel masih menuntunnya bermain ice skating. “Aku tidak bisa mengecilkan suaraku Hyeemmii…” Hyemi merasa tidak enak karena banyak yang melihat tingkah aneh yang dilakukan oleh Niel.

“Niel kumohon, hentikan tingkah konyolmu itu.” Niel menatap Hyemi sambil menunjukkan smirknya.” Aku akan menghentikannya asalkan kau mau menjawab pertanyaanku.” Tiba-tiba Niel menarik Hyemi kedalam pelukannya. Hyemi terkejut dan membulatkan matanya besar karena Niel tiba-tiba menariknya kedalam pelukannya. Niel tersenyum kemenangan kali ini.

“Niel.. a..apa yang kau lakukan?” Hyemi tampak gugup dan tidak tau harus berbuat apa. Sekeras apa pun ia melepaskan pelukan Niel,semakin Niel memeluknya dengan erat.

“Hyemi.. would you be my girlfriend?” Niel melepaskan pelukannya dan kini ia menatap Hyemi. “Jangan bercanda Niel.” Hyemi mencoba tertawa,akan tetapi Niel terlihat serius dan kini ia masih menatap Hyemi dan menunggu jawabannya.

“A..aku.. aku tidak bisa.” Hyemi mencoba mengalihkan pandangannya dari Niel. Niel yang mendengar jawaban Hyemi seperti itu, ia bingung harus berbuat apa sebenarnya ia ingin menjauh,akan tetapi ia tidak bisa membiarkan Hyemi sendirian.

“Jadi itu artinya…” tiba-tiba Hyemi memeluk Niel. “Aku tidak bisa menolakmu ,oppaa..” Niel yang mendengar jawaban Hyemi langsung memeluk Hyemi dengan erat. “Jadi sekarang kita resmi berpacaran?” kini Niel menatap Hyemi yang sedari tadi ia peluk. Hyemi menatapnya dan menganggukkan kepalanya. Niel lalu memeluknya erat dan tidak ingin melepaskan wanita yang selama ini ia cintai.

***

Hyemi dan Niel menjalani masa indah mereka dengan romantis. Apalagi ini hari tepat di mana 2 tahun mereka berpacaran. Hyemi sangat senang hari ini,apalagi hari ini ia akan merayakan 2 tahun ia telah bersama dengan Niel. Hyemi mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan ke Niel.

“oppa, kau ingat kan hari ini. Aku tunggu di kedai bibi Yong jam 7 malam, kau masih ingat kan pemilik kedai yang pernah kita datangi waktu itu. Dan jangan ingkar janji lagi.” Hyemi tersenyum semoga dengan ancaman kecil yang diucapkannya Niel tidak lupa dengan janjinya.

Ini akibat Niel yang diajaknya waktu itu ia membatalkan janjinya dikarenakan ia ada janji dengan temannya. Hyemi mengerti akan tetapi itu berkali-kali ia lakukan. Hyemi harap semoga kali ini ia tidak membatalkan janjinya.

***

Bandara yang ramai, pria berambut coklat terang dan berwajah baby face itu berjalan membawa koper dengan style casual. Banyak wanita yang tidak jarang memandangnya kagum. Pria itu tersenyum ramah siapapun yang melihatnya. Xi Luhan. Itu lah nama pria itu. Orang-orang memanggilnya Luhan.

Luhan mengambil ponselnya dan mencari nomor seseorang disana. Ia tersenyum ketika orang itu mengangkat teleponnya.

“Yeoboseo.”

“Yeoboseo, ini siapa?”

“Kau tidak mengingat sahabat kecilmu ini? “ Luhan tersenyum lemah. Mana mungkin sahabat yang selama ini dirindukannya malah melupakannya?

“Xi Luhan? Kau dimana?

“Ternyata kau masih ingat. Aku pikir kau sudah lupa. Aku sekarang di bandara Incheon. Beritahukan alamatmu dan aku akan kesana.”

***

Hyemi terkejut sekaligus senang. Ia tidak menyangka Luhan sahabatnya pulang ke Korea. Sahabat yang 4 tahun meninggalkannya akhirnya kembali. Hyemi terkejut karena setelah ia mengirimkan pesan kepada Niel,tiba-tiba nomor seseorang yang tidak dikenalnya menelponnya. Dan ternyata suara itu tidak berubah dan tetap sama dengan yang dulu.

Hyemi menonton acara kesukaannya di sofa ruang tamu. Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.

“Tunggu… jangan-jangan..” Hyemi bangkit dari sofanya dan bergegas membuka pintu rumahnya.

“Luhaann….” Hyemi memeluk Luhan sahabatnya yang kini berdiri di hadapannya. “Sungguh kau tidak berubah hyemi.” Luhan membalas pelukan Hyemi. Ia terkejut karena sahabatnya tidak banyak berubah.

Kini Luhan sudah masuk di dalam rumah Hyemi. Ia menaruh tas ranselnya di sofa Hyemi. Ia begitu merindukan suasana ini,karena semenjak 4 tahun berlalu suasana seperti ini tidak banyak berubah.

“Jadi,kau sudah mencari apartemen untuk kau tinggal disini?” Luhan hanya menggeleng. Jujur sebenarnya ia belum mencari apartemen tempat untuk ia tinggal nanti. Hyemi terkejut mendengar jawaban Luhan.

“Bagaimana kalau kau tinggal di apartemen ku untuk sementara? Selama kau mencari apartemen baru.” Luhan yang mendengar tawaran Hyemi itu langsung tersenyum.” Tapi… soal baju aku tidak yakin…”

“Kau tidak perlu khawatir ,karena aku sudah membawanya.” Luhan menepuk ransel yang berada disampingnya. Hyemi hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya. “Baiklah,kamarmu berada tepat di sebelah kamarku.” Hyemi menunjuk kamar yang tepat berada disebelahnya. Rumah Hyemi memang tidak besar tapi ia mempunyai kamar yang cukup.

“Ow iya sepertinya aku harus ke supermarket. Bahan-bahan dikulkas sudah habis.” Hyemi beranjak dari sofanya dan segera mengambil jaketnya. “Aku ikut.” Hyemi menggeleng.” Sebaiknya kau istirahat,karena kau baru saja tiba.” Luhan sebenarnya ingin ikut,tapi Hyemi melarangnya. Luhan hanya mengangguk.

“Baiklah,hati-hati.” Hyemi hanya mengangguk dan kemudian berlalu.

*****

Tepat ini sudah sore hari. Jam menunjukkan pukul 6 lewat. Hyemi bersiap-siap. Ini adalah hari penting baginya. Hyemi sangat bersemangat karena ini hari 2 tahun ia berpacaran dengan Niel,apalagi sahabatnya Luhan datang hari ini. Hyemi semakin bersemangat. Hyemi mengambil ponselnya,ia heran karena Niel sejak pagi tadi tidak membalas pesannya. Tapi Hyemi yakin Niel pasti membacanya dan mungkin ia ingin memberikan surprise.

Hyemi memakai dress putih-biru selutut dengan beberapa hiasan di dressnya ditambah rambutnya yang ia bentuk bergelombang menambah kesal manis padanya. Hyemi kemudian keluar kamar dan bersiap-siap menuju kedai bibi Yong.

Luhan yang sedang duduk di sofa sambil menonton terkejut melihat Hyemi berpakaian rapi seperti itu.

“Hyemi.. kau mau kemana?” Luhan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Hyemi. “Aku ingin menemui Niel oppa.” Luhan menaikkan alisnya. “Niel oppa??

“Mianhae Luhan aku harus pergi.” Akan tetapi Luhan menahan tangannya.” Tunggu… aku akan mengantarmu.” Hyemi menggeleng.”Tidak perlu.. aku bisa sendiri Luhannie. Aku pergi ya.. annyeong.” Hyemi seketika itu juga sudah hilang dari pandangan Luhan.

Luhan yang masih bingung dengan apa yang dikatakan Hyemi,memilih mengikuti Hyemi. Ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Luhan segera mengambil jaketnya.

****

Niel kini berada di pesta temannya. Sebenarnya sejak tadi ia tidak mengecek ponselnya,karena ia keluar bersama temannya. Ditambah ponselnya ketinggalan. Niel heran ponselnya terdapat pesan yang masuk. Niel membulatkan matanya sempurna karena sejak pagi Hyemi mengirimkan pesan padanya. Dan bodohnya lagi ia lupa bahwa ini hari adalah tepat 2 tahun ia dengan Hyemi berpacaran.

“Hey Niel,apa yang kau lamunkan?” Chunji teman Niel kini merangkulnya. “Aa.. tidak apa-apa.”

“Kalau begitu , ayo nikmati pestanya.” Chunji kini merangkul sahabatnya.

***

Di kedai bibi Yong. Hyemi menunggu Niel. Ia sesekali melirik jam tangannya dan sudah menunjukkan pukul 7 lewat. Hyemi kali ini gelisah dan tidak tenang. Ia mengigit bibirnya dan kemudian mengambil ponselnya. Ia mengacak-ngacak tasnya.

“Tunggu… ponselku dimana?” Hyemi mengerutui dirinya sendiri. Disaat seperti ini ia lupa membawa ponselnya. Hyemi hanya bisa pasrah. Ia akan tetap menunggu Niel.

Jam semakin berlalu. Banyak orang-orang yang sudah pulang dari kedai bibi Yong. Hanya dia sendiri yang masih duduk dengan diam menunggu Niel. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Hyemi kini merasa kesal bercampur sedih.

“ahjumma.. aku pergi dulu.” Hyemi meninggalkan kedai itu dengan langkah lemah. Ia kini terisak. Ternyata Niel tidak dapat memenuhi janjinya kali ini. Hyemi merasa Niel tidak pernah memenuhi janjinya. Hyemi terus terisak,ia tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya lagi. Niel lebih mementingkan temannya dari pada dirinya.

Hyemi yang terisak akhirnya iya terjatuh. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan terus terisak.

“Hyemi.. apa yang terjadi?” Luhan sahabatnya kini berada disampingnya. Luhan memang dari tadi bersembunyi dibalik pohon yang tidak jauh dari kedai bibi Yong. Ia mengikuti Hyemi dan mengawasi Hyemi.

“Niel oppa… ia..iaa tidak memenuhi janjinya.” Hyemi dengan suara terbata-bata dan bercampur dengan isak tangis menjelaskannya pada Luhan. “Tenanglah.. sebaiknya kita pulang.” Luhan yang dari tadi memeluk Hyemi,kini membantu Hyemi berdiri. Luhan ingin menanyakan apa yang sebenarnya yang terjadi. Akan tetapi ia tahan karena kondisi Hyemi kini tidak dalam keadaan baik.

Sesampainya dirumah. Luhan membaringkan Hyemi di atas tempat tidur. Dan menutup Hyemi dengan selimut.

“Istirahatlah.” Luhan tersenyum karena Hyemi sudah terlelap.

****

Niel merasa frustasi kali ini. ia baru saja bangun dan sudah menemukan pesan dari Hyemi. Dan Daniel tidak bisa terima karena Hyemi meminta putus. Niel mengacak rambutnya frustasi. Ia mencoba menghubungi Hyemi,tapi ia tidak mengangkatnya. Niel yakin Hyemi pasti sangat terluka karena sikapnya.

Niel semakin bingung dan tidak tau ingin melakukan apa. Niel mengirimkan pesan singkat pada Hyemi. Ia masih mencintai Hyemi. Ia tidak ingin putus dari Hyemi. Ia tau kesalahan apa yang membuat Hyemi begitu.

Ia bukan tidak memikirkan perasaan Hyemi. Ia berusaha bertemu dengan Hyemi tapi karena sahabatnya selalu saja mengajak nya disaat yang tidak tepat.

“Aku harus meyakinkan Hyemi bahwa aku benar-benar mencintainya.” Gumam Niel.

***

Hyemi terkejut karena ia melihat makanan sudah tersedia dimeja. Ia yakin pasti Luhan sahabatnya yang memasak untuknya.

“Kau sudah bangun? Ayo kita sarapan.” Luhan menarik tangan Hyemi dan menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama.

Mereka mulai sarapan. Luhan begitu bersemangat pagi ini. Sedangkan Hyemi masih sibuk mengaduk-ngaduk makanannya tanpa menyentuhnya sedikit pun. Hyemi masih memikirkan kejadian kemarin ditambah pesan yang ia kirimkan untuk Niel.

“Kenapa? Apa kau tidak menyukai makanannya?” Luhan yang memperhatikan Hyemi seperti itu sedikit khawatir dengan sahabatnya. “Mianhae.. “ hyemi masih menundukkan kepalanya. Ia kesulitan untuk berbicara kali ini. ia bingung harus mengatakan apa. Ia sudah merepotkan sahabatnya dan ikut terlibat dalam masalahnya.

“Tidak apa-apa. Sebenarnya apa yang terjadi?”

“Aku bingung apa ia mencintaiku atau tidak.” Hyemi masih mengaduk makanannya.

“Ceritakanlah sebenarnya siapa pria itu? Dan apa yang terjadi?” Luhan siap mendengarkan apa yang diceritakan Hyemi. Hyemi menatap sahabatnya itu. “Baiklah begini ceritanya..

Luhan sekarang paham apa yang terjadi. Dan ia tau masalah yang dialami Hyemi. Luhan tersenyum karena ia memikirkan cara untuk menenagkan hati Hyemi.

“Hyemi… temani aku jalan mengelilingi Seoul,ne?” Luhan mengeluarkan wajah imutnya pada Hyemi. Hyemi yang melihat hal itu tertawa pelan.

“Sifatmu tidak pernah berubah.” Hyemi tersenyum. “Jadi bagaimana? Mau kan?” Luhan semakin membuat wajah imutnya itu.

“Ne.. aku akan menemanimu.”

*****

Niel merasa cemburu kali ini. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat Hyemi bersama dengan pria lain.

“Hei Niel.” Chunji menepuk pundak Niel. Chunji heran karena Niel tiba-tiba berhenti. Hari ini Niel memang berniat menemui sahabatnya. Untuk membantunya. Chunji jelas mengikuti arah pandang Niel dan jelas Hyemi bersama dengan seorang pria.

“Hei Niel.. loh mau kemana?” Chunji menepuk dahinya. Chunji yakin Niel akan melakukan hal bodoh kali ini.

****

Kini Luhan meringis kesakitan. Hyemi tidak percaya dengan apa yang dilakukan Niel pada Luhan. Ia terkejut karena Niel tiba-tiba datang dan langsung memukul Luhan.

“Dia sepertinya masih mencintaimu Hyemi.” Hyemi terkejut dengan apa yang dikatakan Luhan. “ Apa maksudmu?” Hyemi fokus mengobati Luhan.

“Jelas dia masih mencintaimu. Dia cemburu Hyemi.. apa kau tidak merasakannya?” Hyemi tidak berbicara sedikit pun ia sibuk mengobati Luhan. Tapi di dalam hatinya ia merasakan saat Niel memukul Luhan. Ia ingat Niel mengatakan padanya bahwa ia akan berubah dan menunjukkan bahwa Niel masih mencintainya.

“Sudah selesai. Sekarang istirahatlah.” Hyemi menyimpan obat dan memasukkannya kembali dalam kotak. “Hei berikan dia kesempatan. Aku yakin kau masih mencintainya.” Luhan tersenyum pada Hyemi.

****

Setelah kejadian itu,Hyemi memberikan kesempatan pada Niel. Dan semenjak kejadian itu Niel datang untuk meminta maaf pada Luhan. Karena ia benar-benar tidak tau jika Luhan adalah sahabat Hyemi.

Hyemi merenggangkan badannya. Tidak biasanya Hyemi bangun pagi. Apalagi hari ini adalah hari minggu. Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Hyemi mengeryitkan keningnya siapa yang menelpon jam 7 pagi seperti ini.

Hyemi terkejut saat melihat di layar. Niel menelponnya pagi begini?

“Halo”

“Good morning princess. Tidak biasanya kau bangun jam begini.” Niel menggoda Hyemi. Ia yakin Hyemi pasti kesal.

“Kenapa kata-katamu jadi berubah begitu? Sebenarnya ada apa kau menelponku pagi-pagi begini?” Hyemi pura-pura mengubah nada suaranya menjadi kesal.

“Aku ingin kau datang di kedai bibi Yong.”

“Bibi yong?

“Ne. ingat jam 9 aku menunggu mu disana. Jangan sampai telat.” Niel langsung menutup teleponnya.

“Yaaa… tapi..” Hyemi mendengus kesal. Ia baru saja menanyakan tapi sudah ditutup oleh Niel.

——————————————–

Hyemi sudah berpakaian rapi. Ia terlihat manis. Apalagi Hyemi memakai blazer dengan dalaman dan ditambah topi berwarna merah muda itu menambah kesan manis sekaligus simple.

Hyemi keluar dari kamarnya,ia ingin bersiap-siap pergi. Ia ingin berpamitan pada Luhan. Tapi ia takut menganggunya. Apalagi Luhan susah untuk disuruh bangun.

Hyemi berjalan kaki. Karena kedai bibi Yong tidak terlalu jauh. Jalanan masih sepi karena ini hari minggu dan orang-orang masih sibuk untuk tidur dan terbawa ke alam mimpi. Hyemi terkejut ketika ia sampai di kedai bibi Yong. Kedai Bibi Yong tutup. Hyemi mendengus kesal,apa Niel ingin mempermainkannya.

“Astaga Hyemi… kenapa kau tidak menyadarinya??” Hyemi menepuk-nepuk jidatnya. Hyemi harusnya sadar,hari minggu bibi Yong lama baru membuka kedainya.

“Heii.. jangan menepuk jidatmu seperti itu.” Hyemi menoleh kearah suara. Ia terkejut karena Niel,teman-temannya dan Luhan sudah berada tidak jauh dari belakangnya. Hyemi begitu terkejut karena semua teman-teman Niel memegang bunga Lily. Dan Luhan memegang kertas besar bergambar hati. Sedangkan Niel memegang bunga Lily dan mendekatinya.

“Hyemi.. aku senang kau mau datang.” Niel memeluk Hyemi. Hyemi tidak bisa menahan rasa rindunya pada Niel.

“sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa semuanyaa…

“Kami semua mau minta maaf padamu Hyemi.” Seru L.Joe.

“Yaa… benar apa yang dikatakan L.Joe. kami mau minta maaf karena kami juga kau dan Niel putus.” Ricky membuka suara.

“Kami memohon maaf.” Semua teman-teman Niel membungkuk 90 derajat.

“Aku memaafkan kalian.” Hyemi tersenyum.

“Ne.” sontak Niel langsung memeluk Hyemi. Hyemi pun membalas pelukan Niel. Ia tersenyum,dan sangat merindukan Niel. Teman-teman Niel dan Luhan tersenyum melihat Niel dan Hyemi bersatu kembali.

“Nado saranghae.” Niel mengecup kening Hyemi.

“Nado saranghae too, oppa.” hyemi tersenyum.

-END-

*Fiuhh ~~~ akhirnya tamat ^^ Bagaimana ceritanya chingu? Mianhae jika kurang sweet ceritanya + garing -.-V

*Coment ya ^_^

Iklan

2 tanggapan untuk “[Freelance] Love You (part 2 / END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s