Because You Loved Me part 5


    Hai para readers setia ^_^ FF ini sudah pernah dipost di blog EXOshidae dari desember 2013 lalu TT tapi sekarang blognya di protect dan sudah lama tidak buka T_T semoga cepat buka ^^

    Jadi saya post FF ini di blog saya agar para readers bisa baca ^_^

    Title : Because You Loved Me

    Author : Kim Tae_Ah

    Genre : Romance,Friendship,School,Sad.

    Rating : PG-15

    Length : Multichapter

    Disclamer : This FF inspiration from Song of “Because You Loved Me” and my story.

    Main Cast : Kim Taeyeon (SNSD)
    Sehun Exo K
    Luhan Exo M

    Support Cast : Kris Exo M
    Jessica SNSD
    Chanyeol Exo K (adik Taeyeon)
    All member Exo

    Note : Don’t Plagiat ! Don’t Copas ! Don’t Bash ! All cast is belong to God and all imagination from me ^^ I hope you enjoy !

    I Will make you smile often like a child
    I will make you feel the most comfortable,like a friend

    My Baby,baby,baby

    Tell me , What Is Love….
    ~Song Present : What Is Love – Exo

    Warning Typo + Garing !!!

    ********

    Hari sudah menunjukkan cahaya malamnya. Ini hari murid-murid semuanya diperbolehkan untuk istirahat sejenak. Dan keesokan harinya dimana acara camp baru dimulai. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.

    Jujur Taeyeon belum bisa tertidur sejak tadi. Ia tidak tau harus berbuat apa. Temannya Jessica sudah tertidur pulas.
    Taeyeon melangkah kan kakinya keluar dari tenda.

    Udara malam yang sejuk di tambah cahaya bulan yang sangat terang malam ini,membuat Taeyeon menikmati karya Tuhan yang indah itu.
    “Semuanya sudah tertidur.” Lirih Taeyeon pelan. Taeyeon berniat untuk mengelilingi sekolahnya.

    Ia penasaran seperti apa suasana sekolahnya jika di malam hari.
    Kini Taeyeon sudah berada di depan Aula sekolahnya. Taeyeon mengernyitkan dahinya heran. Pintu Aula terbuka? Saat Taeyeon ingin menutup pintu,ia terkejut mendengar suara seseorang seperti memainkan gitar.

    Taeyeon menoleh ke dalam. Dan betapa terkejutnya ketika ia melihat Sehun sedang duduk sambil memainkan gitar. Ia berkali-kali memetik senar gitar dan terkadang ia menghela nafas kesal. Terkadang Taeyeon tersenyum sendiri saat melihat Sehun.

    Taeyeon tau meskipun Sehun namja dingin dan kadang tidak berperasaan tapi, Sehun masih memiliki sisi baik dari dalam dirinya.

    Tanpa disengaja,kepala Taeyeon terbentur pintu Aula. Dan membuat ia memekik kesakitan.

    “Siapa itu?” tanya Sehun terkejut. Taeyeon semakin meringis kesakitan. Ia tidak meyangka bakal terbentur dengan pintu aula.

    “Taeyeon noona ? Apa itu kau?” Sehun berusaha menebak siapa wanita yang mengintipnya dari balik pintu. Taeyeon mengelus jidatnya yang kesakitan dan ia kini menampakkan dirinya yang sedari tadi mengintip Sehun.

    “Apa yang kau lakukan disitu?” Sehun menghentikan permainan gitarnya,dan kini ia menatap Taeyeon.

    “Aigoo.. harusnya aku yang bertanya seperti itu. apa yang kau lakukan malam-malam begini di Aula? “ Taeyeon kini berjalan mendekat masuk ke dalam Aula.

    “Aku tidak bisa tertidur. Dan aku bosan,jadi aku kesini. Kau sendiri kenapa belum tidur?” Sehun kembali mengambil gitarnya masih dengan wajah dinginnya.

    “A..aku juga tidak bisa tidur. Jadi kuputuskan untuk mengelilingi sekolah dan ternyata aku menemukan mu disini.” Taeyeon menatap Sehun kesal.

    “Bagaimana bisa kau masuk di dalam Aula? Setauku Aula selalu di kunci? Jangan-jangan kau bukan Oh Sehun.” Taeyeon merasa kini buluk kuduknya merinding.

    “Aku menemukan Aula ini memang tidak terkunci. Dan singkirkan pikiran aneh mu itu.” Sehun menjawab Taeyeon dingin dan mulai memetik senar gitarnya.

    “Dasar namja dingin!” Ketus Taeyeon dalam hati.

    “Dari pada kau mengerutu kesal. Sebaiknya kau bernyanyi untukku.” Sehun menatap Taeyeon tersenyum. Taeyeon tersentak. Bagaimana bisa Sehun membaca pikirannya bahwa ia sedang kesal sekarang. Dan tunggu dulu.. bukankah dia baru tersenyum?

    “Aku tidak tau ingin menyanyikan apa.”

    “Bagaimana kalau Because You Loved Me? Kau tau lagu itu bukan?” Taeyeon mengangguk. Tidak lama kemudian ia mulai bernyanyi.

    “For All The time you stood by me.”
    “For All the truth that you make me see.”
    “For All the joy you bring to my life.”
    “For All the wrong that you make right.”
    “For every dream you make comes true.”

    Setiap lirik yang dinyanyikan Taeyeon membuat Sehun menatap Taeyeon kagum. Ia terkadang menutup matanya mendengarkan suara Taeyeon. Ia mengingat kejadian yang dialaminya bersama Taeyeon.

    Terkadang ia tersenyum mengingat wajah Taeyeon yang marah karena ulahnya.
    ~~Because You Loved Me.
    Liirk terakhir. Sehun menatap Taeyeon. Begitupun sebaliknya.

    Cahaya bulan yang menembus jendela kaca aula membuat sinar itu menyinari wajah Taeyeon. Sehun merasa sepertinya ia mulai menyukai Taeyeon.

    “Hhmm…” Taeyeon kini merasa pipinya memanas. Ia sesekali tersenyum karena Sehun mampu menghiburnya kali ini.

    “Gomawo.”

    “Untuk apa?” tanya Taeyeon heran.

    “Karena kau sudah mau menyanyi untuk ku dan menemaniku malam ini.” Sehun menatap lurus ke depan. Ia tersenyum.

    “Ne. aku juga.” Taeyeon juga ikut tersenyum dan menatap lurus ke depan.

    “Sehun…” lirih Taeyeon.

    “Hhmm..??”
    Taeyeon bingung ia ingin mengatakan bahwa ia ingin berdamai dengan Sehun. Tapi kata-kata itu sulit keluar dari mulutnya.

    “Kau ingin mengatakan apa?” Tanya Sehun penasaran.

    “Aahh.. tidak ada. Sebaiknya aku kembali tidur.” Taeyeon kini menguap. “Kalau begitu,aku kembali dulu. Selamat malam.” Taeyeon bangkit dari kursinya dan kini ia melangkahkan kakinya.

    “Taeyeon..” lirih Sehun. Taeyeon yang sudah ingin membuka pintu aula terhenti karena Sehun memanggilnya.

    “Ada apa?” Taeyeon kini menoleh.

    “…… Selamat malam.” Taeyeon mengangguk dan tersenyum.

    “Kau istirahatlah juga.” Taeyeon kini menghilang dari hadapan Sehun.
    Sehun masih terdiam di tempatnya. Ia tidak dapat mengatakannya. Terkadang ia mengurutiki dirinya sendiri karena kesal. Dan ia benar-benar kali ini merasakan bahwa ia mulai menyukai Taeyeon. Ia ingat bahwa yang dikatakan Chanyeol itu ada benarnya juga.

    *********

    Suasana sekolah kembali seperti biasa. Acara Camp sekolah sudah berakhir. Taeyeon dan Jessica kini kembali belajar seperti biasanya.

    Dan lebih mengembirakan lagi. Jessica, Sahabatnya sekarang sudah mendapatkan pangeran impiannya yaitu Kris.
    Hal itu terjadi saat hari kedua Camp.

    Jessica mengatakan bahwa ia bertemu dengan Kris. Dan Jessica sudah tidak tahan dengan apa yang dirasakannya. Pada akhirnya ia sendiri yang mengatakan bahwa ia menyukai Kris.

    Tapi yang lebih bersyukurnya lagi. Kris mau menerimanya dan mengatakan bahwa ia menyukai Jessica.
    Sungguh malam keberuntungan buat seorang Jessica Jung.

    *****

    Pagi begitu cerah. Hari ini hari minggu. Taeyeon merenggangkan badannya yang kelelahan akibat camp selama 3 hari itu. Tiba-tiba wajahnya menampakkan sebuah senyuman.

    “Ada apa denganku hari ini?” gumam Taeyeon sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri. Ia berpikir ia sudah gila.

    “Noona… aku lapar…” suara Chanyeol yang begitu keras membuat Taeyeon sadar dari lamunannya.

    “Aiss… anak itu. Apa suaranya harus sekeras itu?” Gerutu Taeyeon kesal.

    “Noona…. Cacing-cacing di perutku sudah tidak sabaran.” Pekik Chanyeol dengan suara yang dibuat-buatnya. Taeyeon segera bangkit dari tempat tidurnya.

    Setibanya di ruang makan. “Jadi noona, kau ingin masak apa hari ini?”

    “Entahlah… coba aku liat di kulkas dulu.” Taeyeon membuka kulkas dan isi kulkas kosong.

    “Chanyeol.. ini jam berapa?”

    “Jam 9 noona. Ada apa?”
    Taeyeon menepuk jidatnya.

    “Makanan tidak ada dikulkas, sepertinya aku harus membeli bahan-bahan untuk kita sarapan.”

    “Ayo noona pake jaketmu.” Chanyeol beranjak dari bangkunya.

    “Kau mau kemana?

    “Kita akan makan diluar. Ayo cepat noona.. perutku sudah kelaparan.”

    “Tapi…

    “Sudah nanti aku yang mentraktir. Ayo cepat noona.”

    ****

    @Yongseong street

    “disini noona. Tempat makan yang enak.”
    Taeyeon menatapi kedai sederhana yang berada di depannya. Seorang ahjumma sedang memasak sesuatu. “Ayo noona…”

    “Apa kau kenal ahjumma yang tadi?” Taeyeon menikmati makanannya.

    “Ne.. aku biasa kesini.” Chanyeol masih memakan makanannya tanpa memperhatikan Taeyeon.

    “Pantas saja ia mengenalmu dan sangat baik padamu.”

    “Makanya jangan sering menjitak kepala adikmu ini.” Chanyeol memasang wajah cemberut.

    “itu karena kau pabo “ Taeyeon mengacak-acak rambut adiknya dan tersenyum. Sedangkan Chanyeol mengerucutkan bibirnya. Tapi ia tetap tersenyum dalam hati.

    ******

    “Huaaa… kenyangnya.” Ujar Chanyeol sambil menggelus perutnya.

    “Syukurlah kalau perutmu sudah kenyang. Biar tidak menyusahkan ku.”

    “Aissh… noonaa apa kau setiap hari begini?” Chanyeol menatap Taeyeon yang kini berjalan di sampingnya. “Begini bagaimana?” Taeyeon menatap Chanyeol heran.

    “Yaa… kau suka marah-marah. Dan itu membuat kau cepat tua noona.” Ujar Chanyeol mengejek.

    “Mwo? Kau mengejek ku ya? Awas kau Chanyeol !” Taeyeon mendelik kesal. Ia ingin sekali menjitak kepala adiknya tapi ia terlalu pendek untuk menjitak kepala adiknya itu.

    “Yaa! Aku tidak mengejekmu noonaa. Tapi itu fakta! Dan bisa-bisa tidak ada namja yang mau mendekatimu noona.” Chanyeol meninggalkan Taeyeon agar ia tidak mendapat marah dari noona nya.

    “YA! Chanyeol.. tunggu kau!” Taeyeon terus mengejar Chanyeol. Sampai pada akhirnya ia mendapatkan Chanyeol. Dan alhasil kepala Chanyeol dijitak.
    “Ampun noona…”

    “Awas saja kalau kau berkata seperti itu.” Taeyeon tersenyum kemenangan.

    *****

    “Taeyeon noona?”

    “Luhan?

    “Ne. sedang apa noona dan Chanyeol disini?”

    “Kami tadi habis sarapan pagi. Kau sendiri?”

    “Aku habis belanja noona.” Ujar Luhan menunjukkan senyum khasnya. “Noona dan Chanyeol sendiri mau kemana?” sedangkan Taeyeon hanya mengangkat bahunya tidak tau arah tujuan selanjutnya.

    “Bagaimana kalau kita pergi ke lotte world? Setelah itu kita makan ice cream?” Chanyeol memberi usul. “Aku setuju.”

    “Kalau begitu kajja!” ujar Chanyeol bersemangat. Sedangkan Taeyeon menggelengkan kepalanya melihat tingkah dongsaengnya itu.

    *******

    @Lotte World
    Mereka menikmati permainan yang ada. Tapi ada sesuatu yang menarik perhatian Taeyeon. Ia melihat Kris dan Jessica sedang bersama-sama. Ia baru ingat bahwa mereka sudah berpacaran.
    Taeyeon tidak menyangka bahwa Jessica yang menyatakan perasaannya duluan. Tapi ia sungguh beruntung bahwa Kris ternyata menyukainya juga.

    “Jess…” sapa Taeyeon.

    “Taeyeon… “ jessica langsung memeluknya. Sungguh Taeyeon senang karena Jessica tidak banyak berubah.

    “Hei.. kau bersama siapa disini?

    “Ada Chanyeol dan Luhan.

    “Luhan? “

    “Ne. tadi aku dan Chanyeol bertemu dia di jalan dan sekalian kami mengajaknya ikut bersama kami.”

    “Waa… aku ingin sekali melihatnya.”

    “Aigoo.. jangan bilang kau ingin melihat ia tersenyum?” Jessica hanya tersenyum malu. “Hei! Kau melupakan seseorang!”

    “Tenanglah.. aku hanya suka saat ia tersenyum ia terlihat begitu imut.”

    “Tunggu… kemana pria menjulang tinggi mu itu?

    “Dia pergi membeli minuman.” Jessica menatap Taeyeon dengan tatapan aneh. “Kenapa kau menatapku seperti itu?”

    “Apa kau tidak sadar juga Taeyeon?” Jessica melipat kedua tangannya. “Sadar apa?”

    “Oh sehun dan Xi Luhan menyukai mu.” Kata-kata Jessica membuat Taeyeon terkejut. “Apa maksudmu?

    “Apa kau tidak sadar? Kau tidak merasakan kelakuan mereka? Aigoo… sahabatku ini tidak peka.” Jessica mencubit pipi Taeyeon.

    “Auu.. sakit.. tapi apa maksudmu dengan sikap mereka? Aku tidak mengerti.” Taeyeon menatap Jessica dengan tatapan tidak mengerti. Taeyeon berpikir bahwa Luhan hanya menganggapnya seorang teman,sedangkan Sehun hanya membawa masalah baginya.

    “Itu menurutku. Dan aku harap kau bisa menemukannya dan ingat Taeyeon jangan sampai kau menyesali semuanya.” Ujar Jessica yang menekankan kata terakhirnya. Itu membuat Taeyeon sedikit merasa ngeri padanya.

    “Yaa sudah aku pergi dulu. Kris oppa menunggu. Bye Taeyeon.” Ujar Jessica yang kini meninggalkan Taeyeon sendirian. Sedangkan Taeyeon terus bertanya-tanya. Apa maksud sahabatnya itu.

    *****

    Taeyeon hari ini tidak bersemangat. Ia sendiri heran dengan keadaan yang ia alami. Kata-kata Jessica masih mengiang di kepalanya. “Tidak mungkin dua lelaki yang mempunyai kemiripan hampir sama itu menyukainya.” Gumam Taeyeon dalam hati.

    “Hei Taeyeon noona..” seseorang mengangetkan Taeyeon dari lamunannya.

    “Lu.. Luhan.. sedang apa kau disini?”

    “Lah.. noona ini bagaimana? Jelas-jelas aku mau ke kelas. Noona sendiri dari tadi kelihatan tidak bersemangat. Apa noona sakit?” Luhan memperhatikan Taeyeon.

    “Tidak.. hanya sedang memikirkan sesuatu.”

    “Aigoo.. memikirkan apa? Pasti noona memikirkan saya ya?” ujar Luhan tertawa. Sedangkan Taeyeon terkejut. Ia terkejut karena Luhan bisa menebak apa yang dipikirkannya.

    “Aigoo.. kau ini ada-ada saja. Siapa juga yang memikirkanmu,huh?” Taeyeon merasakan kini pipinya memanas. “Hahahaa…. Aku hanya bercanda noona. Itu membuat noona tidak murung pagi-pagi begini.”

    “Yaa sudah, sana-sanaa… aku mau ke kelas. Bye Luhan..” Taeyeon mempercepat langkahnya meninggalkan Luhan. Ia tidak ingin Luhan melihat wajahnya yang kini mungkin sudah memerah.

    *****

    “Hei Taeyeon.. ada apa denganmu?” Jessica heran melihat tingkah sahabatnya yang kini hanya merenung di mejanya.

    “Tidak ada… ow iya Jess menurutmu orang yang mencintai kita dengan tulus itu bagaimana?”

    “Cinta yang tulus? Apa kau sakit?” Jessica menyentuh dahi Taeyeon dan memastikan apakah sahabatnya itu tidak mengalami cedera otak. “Aigoo… aku baik-baik saja.”

    “Apa itu yang membuatmu jadi tidak bersemangat seperti ini?” Taeyeon hanya menatapnya dengan tatapan kosong.

    “Baik-baik… menurutku cinta yang tulus itu adalah dimana orang itu mencintaimu juga. Ia memperhatikan mu dan meskipun ia kelihatan cuek padamu sebenarnya ia menyukaimu. Dan selanjutnya kau cari tau sendiri Taeyeoonn…”

    “Mwo? Aku? Apa seperti itu?

    “Entahlah.. tapi kau bisa merasakan sendiri cinta yang tulus itu bagaimana.”

    “Cinta yang tulus…

    “Tungguu apa kau memikirkan…” Taeyeon menatap Jessica tajam. “Yaa.. aku tau maksudmu. Jangan menatapku seperti itu. “

    -TBC-
    *Gimana readers? Jangan lupa coment ya ^^ mianhae kalau ceritanya kurang panjang -.-“ biar readers tidak bosan bacanya ^^

    Kelanjutan part 6 ditunggu ya, soalnya Author malas ketiknya kumat lagi T_T tenang part 6 mungkin bakal diperpanjang ^_^

    ^^Kim Tae_Ah^^

    Iklan

22 tanggapan untuk “Because You Loved Me part 5

      1. eh…. slah twitterku @Kra4az wkwkwk…. -_-”

        Pada 25 September 2014 14.08, Taeyeon Kimkimy menulis:

        > Ok,deh…. > > *umurku 12 hehehee….* > > *umur kmu brapa…??* > *oh iya…. jgn lupa follow yah twitter aku *@Kr4az > > Pada 25 September 2014 13.37, BelBelinda97’s Blog <

  1. wuaaa thor aku nungguin ff ini di exoshidae tp smpe skrg exoshidae msh di protect. Please thor dilanjut dong jangan berhenti gitu aja tnpa difinishin 😦

    1. Tenang… Author lanjutin kok ^^
      Tapi sabar ya T.T author lagi sibuk”nya kuliah belum lagi mau UTS T…T
      Pasti di post kok di blog ino lanjutannya ^^
      Iya author jga sdih krn blognya masih diprotect T..T
      Makasih ya sudah mau nungguiin cerita ini dan jadi readers setia author ^_^ #pelukbersamaEXO#

  2. :-D:-D Ha ha ha kasiannya chanyeol oppa kepalanya dijitak terus ma taeyeon unnie. Mkanya jgan suka jailin kknya dong itu balasannya.

    Lanjut thor jgn lama2. Usahain ya postnya maksimal 2 chapter spya bisa cpat slsai dibcx dan kmi reader setia author bisa tau endingnya sprti ap. Pokoknya semangat deh buat author :-):-):-*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s