Because You Loved Me (Part 7 – END)


artposter_becauseyoulovedme-21.png

Title : Because You Loved Me

Author : Kim Tae_Ah

Genre : Romance,Sad,Friendship,School-life

Rating : PG-15+

Length : MultiChapter

Disclamer : THIS STORY REAL FROM MY MIND AND OTHER INSPIRATION.

Main Cast : Kim Taeyeon

Oh Sehun

Xi Luhan

Support Cast : (You can find it in the story)

Note : PLEASE LEAVE YOUR COMENT! DON’T BASH! AND STOP PLAGIARISME! AND I HOPE YOU STILL ENJOY THE STORY ! AUTHOR mau minta maaf karena cerita ini selalu lama dipublish. Bukan karena tidak ingin dipublish secepatnya,tapi karena kesibukkan author di kuliah dan itu membuat author selalu berusaha untuk mengepost cerita author. Dan ini adalah part terakhir dari cerita yang sudah 2 tahun lalu dan baru tamat sekarang. Author ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada readers setia author selama ini dan buat admin ATSIT yang mau ngepost cerita ini :’) author harap dengan tamatnya cerita ini, para readers selalu setia mau membaca cerita author lainnya 😀 dan Author sudah menyiapkan cerita baru ! So Let’s Keep reading and Enjoy it ! ^^

I Will make you smile often like a child

I will make you feel the most comfortable,like a friend

My Baby,baby,baby

Tell me , What Is Love….

~Song Present : What Is Love – Exo

*******************

HAPPY READING!!!

*******************

Pagi hari sudah menjelang. Seperti biasa orang-orang menjalankan aktivitasnya. Tapi kali ini berbeda. Cuaca pagi hari berbeda seperti biasanya. Tepat! Hujan menguyur kota Seoul kali ini. Dan hal ini menambah suhu udara diluar sana menjadi dingin.

Taeyeon yang masih terlelap, kini mulai mengeliatkan badannya. Ia menarik selimutnya dengan cepat. Tapi, alarm di meja yang ia sudah atur sejak tadi malam membuatnya terbangun. Hal itu sontak membuatnya membelalakkan matanya yang masih mengantuk.

“Alarm ini…” Gerutu Taeyeon sambil berusaha mematikan alarm di meja nya.

Disaat itu pula ia bangun sambil merengangkan badannya yang masih mengantuk dan ingin kembali tidur. Dengan selimut yang masih menutupi setengah badannya, ia menoleh ke arah jendela kamarnya.

“Hujan? Pantas saja udaranya terasa dingin…” dengan sigap Taeyeon menarik selimutnya dan menutupi badannya agar hangat.

Tiba-tiba Chanyeol adiknya masuk ke dalam kamarnya sambil membawa sepiring roti dan segelas susu hangat. Hal itu membuat Taeyeon terkejut.

“Kau sudah bangun?”

“Ne, noona. Ini aku bawakan sarapan untukmu.” Chanyeol yang kini duduk di samping Taeyeon sembari memberikan sarapan yang dibuatnya.

“kau yang membuat semua ini?” Taeyeon menatap tidak percaya sarapan dihadapannya.

“Ne, tentu saja noona. Apalagi cuaca sedang tidak baik.” Chanyeol tersenyum lebar.

“Tidak biasanya kau begini.” Taeyeon menatap adiknya curiga.

“Ya! Kenapa menatap ku seperti itu noona?” Gerutu Chanyeol tidak terima.

“Karena biasanya aku yang selalu membuatkan sarapan dan kau merengek untuk dibuatkan.”

“Ya! Meskipun begitu, adikmu ini juga bisa masak.” Chanyeol mengerucutkan bibirnya dengan wajah kesal.

“Kau bisa masak? Seingatku kau hanya tau bermain game saja.” Taeyeon menatap adiknya sembari tersenyum mengejek.

“Ya! Tentu saja aku tau… kalau kau tidak mau.. biarkan aku yang memakannya.”

“Ya… ya… sini sarapan itu… “

“Tapi kau bukannya tadi mengejek masakkan ku?”

“Tapi tadi kau yang bilang itu untuk ku kan? Sini berikan sarapan itu!” Taeyeon langsung bangkit dari tempat tidurnya dan langsung merebut sarapan yang dibuat oleh Chanyeol adiknya. Dengan sigap Taeyeon langsung memakan sarapan itu dengan lahap.

“Bagaimana noona? Enak bukan?”

“Rasanya tidak enak!” Taeyeon yang kini meneguk segelas susu hangat.

“YA! Kau sudah menghabiskan semuanya dan kau bilang tidak enak?”

“Jangan berteriak terus! Keluar dari kamar ku.. aku ingin siap-siap!” Taeyeon kini mendorong tubuh adiknya yang besar dengan susah payah agar ia keluar dari kamar.

“Hei… noonaaa…. Jangan mendorong ku…. Aku bisa keluar sendiri…” Chanyeol langsung berjalan keluar dari kamar Taeyeon.

“Kau berat sekali Chanyeol!”

“YA! Aku ini tinggi ja…” sebelum Chanyeol menyelesaikan kata-katanya Taeyeon sudah menutupkan pintu. Dan hal itu membuat Chanyeol berdecak kesal. Sedangkan Taeyeon hanya tersenyum melihat tingkah adiknya dari dalam kamar.

***Because You Loved Me***

Taeyeon kini sudah berada di kelas. Ia terus mengetuk-ngetuk meja menggunakan jemarinya. Ditambah ia larut dalam pikirannya. Hal itu tentu membuat teman sebangkunya Jessica hanya menggelengkan kepala melihat sahabatnya selalu seperti ini.

“Mereka lagi?” suara Jessica memecah keheningan yang terjadi akibat Taeyeon yang sibuk dengan pikirannya.

“Aku.. sudah memutuskan..” Tiba-tiba Taeyeon kini menatap sahabat di sampingnya sambil tersenyum misterius. Dan hal itu membuat Jessica sedikit terkejut.

“Kau memutuskan apa? Kau sedang tidak sakit kan?” Jessica meletakkan tangan nya di dahi Taeyeon.

“Ya! Jess… aku serius…”

“Ya..Ya..Ya… Maafkan aku… Jadi?? Kau memutuskan apa??” Nada Jessica berubah serius.

“Aku sudah memutuskan akan memilih siapa… dan tidak membuat salah satu nya tersakiti.”

“Mwo??? Kau yakin?? ” Jessica sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya. Dan Ia melihat sahabatnya melamun sejak tadi dan tiba-tiba membuat keputusan.

“Aku yakin Jess… Aku sudah memutuskannya sejak awal…”

“Kau tidak sakit kan Taeyeon-ah? Apalagi cuaca diluar sana sedang hujan.” Jessica kini kembali meletakkan tangannya di dahi Taeyeon dan memastikan sahabatnya ini baik-baik saja.

“Ya! Aku baik-baik saja… Dan aku benar-benar serius Jess!”

“Baiklah… Jadi, apa keputusanmu itu?” Jessica mengernyitkan dahinya penasaran dengan apa yang diputuskan oleh Taeyeon.

“Jadi begini….” Taeyeon mendekat ke arah telinga Jessica sambil membisikkan rencana yang akan dibuatnya serta keputusannya. Wajah Jessica menunjukkan ekspresi tidak percaya dengan perkataan Taeyeon.

“Itulah Keputusan ku.”

“Kau serius Taeyeon??? Kau benar-benar menyukainya?? Sudah kuduga. ” Jessica menatap sahabatnya dengan wajah terkejut sekaligus ada perasaan senang didalamnya.

“Ne… aku sudah memikirkannya… berkat kalian yang selalu memberikan nasihat untukku… Aku selalu memikirkannya… dan perasaanku selalu aku yakinkan mengenai hal tersebut dan semuanya.” Taeyeon mengeluarkan semua yang ada dihatinya selama ini karena ia ingin menyelesaikan semuanya. Jessica yang mendengar hal itu langsung membentuk gulungan senyum di wajahnya.

“Aku percaya akan keputusanmu Taeyeon.. dan aku yakin dia akan menerimanya dan masalahmu akan segera terselesaikan.” Kini Jessica langsung memeluk sahabatnya erat.

“Gomawo Jess… Kau sahabat yang terbaik.” Taeyeon membalas pelukan Jessica.

“Gomawo juga Taeyeon kau sudah menjadi sahabat terbaik ku.”

****Because You Loved Me****

Taeyeon kini tidak masuk dalam pelajaran. Ia sudah putuskan untuk bolos dari pelajaran kali ini. Dengan cuaca yang dingin seperti ini membuat Taeyeon semakin mempererat jaket yang ia kenakan.

Cuaca tidak menghalangi Taeyeon berjalan menuju kelas Xi Luhan. Ya, kelas dimana Chanyeol adiknya juga belajar. Taeyeon berhenti di depan kelas adiknya dan mengintip dari jendela, akan tetapi ia tidak menemukan sosok yang dicarinya.

“Taeyeon noona, apa yang kau lakukan disini?” Suara yang tiba-tiba datang mengangetkan Taeyeon.

“Kai… kau mengangetkan ku saja…” Taeyeon menghela nafas lega.

“Kau sedang apa disini noona?”

“Aa… kau sendiri sedang apa disini?”

“Ya… aku sedang berjalan-jalan karena bosan noona. Kau sendiri sedang apa noona? Kulihat kau mengintip di kelas Chanyeol bukan?” Kai menatap Taeyeon dengan tatapan heran.

“A..A..aku…”

“Jangan-jangan kau mencari Xi Luhan?? Benarkan noona??”

“Ne… apa kau tau dia dimana? Karena aku lihat dia tidak ada di kelas.”

“Aku benar kan… Ada apa kau mencarinya noona?”

“Ada urusan yang ingin aku selesaikan dengannya.”

“Mwo? Urusan apa?” wajah Kai berubah penasaran.

“Aku ingin menyelesaikan semuanya.. Dan mengatakan keputusan ku…”

“Keputusan? Jadi kau sudah memilih diantara keduanya?” wajah Kai berubah terkejut sekaligus tersenyum.

“Ne… Gomawo berkat kalian aku bisa menyadari dan memilih keputusanku.” Taeyeon tersenyum.

“Ani..aniya… jangan berlebihan noona… Aku yakin itu semua dari hatimu.” Kai membalas senyuman Taeyeon.

“Gomawo Kai… “ Taeyeon tersipu malu sambil tersenyum.

“Aku yakin keputusan mu yang terbaik noona dan aku mendukungnya!” nada Kai berubah semangat untuk Taeyeon.

“Gomawo kai sekali lagi… Dan apa kau tau Luhan sekarang dimana?”

“Aku kurang tau noona… Mungkin saja ia dilapangan basket.”

“Lapangan basket? Tapi aku sudah mencarinya dan ia tidak ada.”

“Maksudku lapangan basket tempat kami biasa berlatih.”

“Hhmm…. Tempat kalian berlatih?” Taeyeon berusaha mengingat tempat yang di maksud. “A! aku ingat! Chanyeol pernah menceritakannya padaku.” Wajah Taeyeon berubah semangat.

“Benar noona… tempat itu lapangan yang selalu dipakai oleh orang-orang yang ingin bermain disana.”

“Kau benar… Kalau begitu aku pergi dulu.” Taeyeon langsung secepat kilat meninggalkan Kai.

“Ne. Hati-hati noona… Semoga berhasil!”

****Because You Loved Me****

Hujan semakin deras. Taeyeon berusaha mencari Luhan dan menjelaskan semuanya. Taeyeon berhenti sejenak. Ia ingin mengumpulkan tenaga untuk mencari Luhan. Taeyeon kini menerobos hujan yang masih menguyur kota Seoul.

“Aku harap ia ada disana…”

Dan akhirnya Taeyeon sampai di tempat yang Kai maksud. Hujan membasahi seluruh tubuh Taeyeon. Dan saat itu juga Taeyeon tersenyum. Orang yang ia cari ada di hadapannya. Dan ucapan Kai juga benar adanya.

“Taeyeon noona…..” Luhan yang sejak tadi bermain kini menghentikan permainannya. Matanya tidak percaya, Taeyeon noona datang di tempat ini dengan cuaca seperti ini.

“LUHAN….” Teriak Taeyeon dari kejauhan. “APA YANG KAU LAKUKAN?”

“TAEYEON NOONA UNTUK APA KESINI?” Luhan juga ikut mengeraskan suaranya.

“AKU INGIN BICARA DENGANMU…” Taeyeon mengeraskan suaranya karena suara hujan yang keras.

“APA? KAU INGIN BICARA?.” Luhan yang sedari tadi berhenti, kini kembali memainkan permainannya. Tapi Taeyeon tidak mendengarkan apa yang dikatakan Luhan. Itu membuatnya harus berjalan mendekati Luhan.

“Aku ingin bicara…” Taeyeon menatap Luhan yang masih bermain. Dan tatapannya kini berbeda.

“Kau ingin bicara apa noona?” Luhan kini menghentikan permainannya dan menghadap ke arah Taeyeon. Jantungnya kini berdetak aneh. Bukan rasa berdebar, tapi ini berbeda.

“Aku tidak tau harus mulai dari mana… Tapi… Aku ingin kau berbaikan dengan Sehun… Dan hentikan semua taruhan konyol kalian…” Taeyeon berusaha menguatkan diri untuk mengatakan hal ini.

“Aku ingin menghentikannya…. Tapi… Ini tidak bisa… Ini soal…” Luhan mengalihkan pandangannya dari Taeyeon. Luhan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Aku tau kau bisa Luhan…. Dan aku tau ini soal kau dan Sehun yang menyukai ku. Iya kan?” Taeyeon akhirnya mengeluarkan kata-kata itu. Dan itu membuat Luhan terkejut dengan apa yang ia dengar.

“Jadi, kau sudah tau?”

“Aku sudah tau… dan soal tindakan kalian yang bertarung di lapangan… Dan hal itu sungguh kekanak-kanakan.”

“Aku tau itu kekanak-kanakkan… Tapi aku menyukai mu noona… sangat menyukaimu…. Apa kau juga menyukai ku noona??” Kini Luhan memegang kedua tangan Taeyeon. Taeyeon tau inilah perasaan Luhan yang selama ini ia pendam. Tapi ia tidak bisa.

“Maafkan aku Luhan… aku tidak bisa…” Taeyeon tertunduk, ia tidak bisa menatap Luhan kali ini.

“Kenapa?” Luhan tidak bisa berkata lebih banyak lagi. Tangan yang tadi memegang kedua tangan Taeyeon, perlahan melepas. Perasaannya kali ini tidak baik. Ternyata perasaan aneh yang dia rasakan sejak tadi, inilah jawabannya.

“Karena aku sudah mencintai Sehun… Mianhae Luhan… Aku tau hal ini menyakitimu. Tapi inilah perasaanku. Dan Hatiku…. Selama ini aku pendam perasaan ini, dan terus bertanya Apa aku benar-benar mencintainya? Dan inilah jawabannya.” Taeyeon berusaha untuk tidak berbicara panjang lagi karena ia tidak ingin menyakiti hati Luhan lagi.

“Keluarkan saja noona apa yang kau rasa… Itu tidak akan menyakitiku.” Suara Luhan terdengar melemah. Dan hal itu membuat Taeyeon terkejut karena Luhan bisa membaca apa yang ia pikirkan.

“Mianhae Luhan… mianhae.. jeongmal mianhae… Tapi itulah semua yang ingin ku katakan padamu.”

“Kau tidak perlu meminta maaf noona… Aku menerima semua yang kau katakan dan apa yang kau rasakan… Aku paham, perasaan seseorang tidak bisa dipaksa untuk mencintai orang lain yang tidak ia cintai… Dan aku harap perasaanmu dan rasa cinta mu pada Sehun hyung tetap seperti itu…” Luhan berusaha untuk tersenyum di hadapan yeoja yang ia sukai meskipun terasa menyakitkan.

“Luhan…” Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi Luhan masih bisa tersenyum di hadapannya meskipun hal itu menyakitkan buatnya.

“Aku akan mendukungmu noona… Dan aku akan ikut berbahagia jika kau juga bahagia.” Seketika Luhan kini memeluk Taeyeon. Dan hal itu membuat Taeyeon terkejut. Tapi Taeyeon membiarkannya dan membalas pelukan Luhan.

“Gomawo Luhan… Gomawo…” Taeyeon kini tersenyum. “Aku harap kita masih bisa berteman baik.”

“Ne noona… Kita masih tetap menjadi teman baik.” Kini Luhan memeluk Taeyeon semakin erat untuk terakhir kali nya. Ditambah dengan hujan yang turun dengan deras.

****Because You Loved Me****

Oh Sehun, namja yang berwajah dingin itu kini berada dalam perpustakaan. Dengan tenang ia membaca buku yang ada di hadapannya. Dengan musik yang mengalir di telinganya membuatnya terlihat sebagai namja yang keren.

Ia membalik halaman demi halaman buku yang ia baca. Ia tau cuaca sedang tidak bagus hari ini. Pikirannya terus terganggu oleh sesuatu. Sehingga membuat musik yang sedari tadi mengalir di telinganya kini terasa tidak enak baginya.

“Taeyeon….” Lirih Sehun yang secara tiba-tiba keluar dari mulutnya.

Dan buku yang ia baca telah selesai dan ia menutupnya. “Akhir yang bagus…” Lirih Sehun sambil membentuk senyuman di wajahnya. Dan seketika halaman depan sampul buku tersebut mengingatkannya pada gadis itu. Sejenak pikirannya kembali di masa dimana ia dan Taeyeon bertemu di perpustakaan ini. Dan bagaimana Taeyeon menceritakan isi cerita buku yang sudah selesai ia baca. Dan hal itu membuat Sehun tersenyum mengingatnya.

“Kenapa kau senyum-senyum,huh?” Tiba-tiba suara muncul dan menyadarkan Sehun yang sedang larut dari pikirannya.

“Tao… sedang apa kau disini?” Sehun berdecak sedikit kesal karena Tao membuyarkan semua ingatannya.

“Aku mencarimu… Dan ternyata kau disini dan senyum seperti itu.” Tao tertawa kecil melihat tingkah temannya.

“Jadi untuk apa kau kemari?”

“Kau tidak tau?”

“Tau apa?”

“Taeyeon noona….”

“Taeyeon noona?” Sehun menatap Tao penasaran.

“Dia kudengar pergi menemui Luhan…”

“Menemui Luhan? Untuk apa?” Sehun terkejut mendengar apa yang dikatakan Tao padanya.

“Aku tidak tau… Kai yang menceritakan padaku. Katanya ia sudah memutuskan dan entahlah… aku lupa…”

“Memutuskan? Apa? Hujan-hujan seperti ini?? Apa dia sudah gila??” Sehun menunjukkan kepanikkan di wajahnya.

“Aku tidak tau…”

“Kai sekarang ada dimana?”

“Dia di kantin bersama Kris.”

Kini Sehun dan Tao sudah berada di kantin. Sehun tidak bisa menutupi rasa penasarannya. Apalagi hal itu menyangkut soal gadis yang bernama Kim Taeyeon. Dan terlihat Kai dan Kris sedang berbicara satu sama lain.

“Hei Oh Sehun…” Sapa Kai pada Sehun yang kini berjalan ke arahnya.

“Kai ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?”

“Hei kau tenang dulu… kau duduk dulu dan tenangkan diri setelah itu aku akan menceritakan apa yang terjadi.” Kai berusaha menenangkan Sehun. Dan Sehun menuruti apa yang dikatakan Kai.

“Begini.. aku kebetulan melihat Taeyeon noona mengintip dari jendela kelas Chanyeol. Dan aku langsung menyapa nya dan bertanya. Dan dia bilang sedang mencari Luhan. Dan tidak lama ia bilang sudah memutuskan sesuatu untuk membuat kau dan Luhan berteman kembali. Dan dia bertanya dimana Luhan dan aku tidak yakin, jadi aku beritahukan bahwa mungkin saja dia bermain di lapangan tempat kita sering latihan.”

“Apa dia sudah gila? Hujan seperti ini? Apa yang dipikirkannya?”

“Tenanglah Sehun… Aku yakin Taeyeon tidak akan berbuat hal seperti ini, jika ia tidak pikirkan secara matang.” Kris yang sedari tadi diam kini berbicara dan berusaha membuat Sehun untuk tetap tenang.

“Benar… Aku juga melihat Taeyeon noona begitu yakin dengan keputusannya.” Ujar Kai setuju dengan Kris.

“Aku tidak seharusnya melakukan hal konyol seperti itu dengan Luhan… Dan hal itu membuat Taeyeon harus ikut terbawa di dalamnya.” Sehun mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Sudah jelas…. Kau benar-benar mencintai Taeyeon noona…” Seru Tao tersenyum melihat tingkah temannya.

“Aku setuju Tao… Jika kau benar-benar mencintainya, nyatakan padanya dan perbaiki semuanya…” ujar Kai.

“Kau benar… Terima kasih…” Sehun tersenyum menatap ke arah teman-temannya.

“Itulah guna nya teman…” Seru Kris sambil menepuk bahu temannya itu.

****Because You Loved Me****

Taeyeon kini berusaha tidur. Tapi tetap saja ia tidak bisa karena sekarang penyakitnya sungguh menganggu akibat terlalu lama di bawah hujan membuat kondisinya menurun. Dan akhirnya ia jatuh sakit. Ia berusaha menguatkan diri, akan tetapi ia tidak bisa.

“Taeyeon noona… apa kau sudah tidur?” Chanyeol yang kini berdiri di balik pintu kamar Taeyeon.

“A..Aniya…” Taeyeon berusaha menjawab Chanyeol dengan baik tapi karena flu dan batuk yang menyerang membuat suaranya berubah seketika.

“Apa aku boleh masuk?”

“Ne. Masuklah Chanyeol…”

“Kau benar-benar terdengar sakit noona…” Chanyeol meletakkan tangannya di dahi Taeyeon. “Dan badanmu hangat noona…”

“Aku tidak apa-apa Chanyeol…”

“Kau tidak bisa berbohong noona… Kali ini kau harus mendengarkan ku… kau harus minum obat…” Chanyeol langsung dengan cepat pergi mengambil obat dan air minum.

“Ini noona minumlah dulu…” Chanyeol memberikan obat dan air pada Taeyeon.

“Gomawo Chanyeol…” Taeyeon tersenyum melihat kelakuan adiknya.

“Kalau begitu istirahatlah noona…” Chanyeol menarik selimut Taeyeon agar noona nya itu tetap hangat.

“Gomawo Chanyeol…”

“Sungguh noona… aku kagum padamu… aku tau sejak awal kau pasti mencintai Sehun hyung…” Chanyeol tersenyum.

“Gomawo Chanyeol…” Taeyeon kini sudah merasa lelah dan kini matanya sudah mulai terasa berat dan perlahan ia mulai tertidur. Chanyeol yang melihat noonanya sudah tertidur perlahan keluar tanpa berisik agar noonanya tidak terbangun.

****Because You Loved Me****

2 hari sudah Taeyeon tidak masuk ke sekolah. Hal itu membuat Jessica sahabatnya khawatir, jadi ia memutuskan untuk menemui sahabatnya itu.

++Message++

To : Taeyeon

Hei Taeyeon… apa kau baik-baik saja?

To : Jessica

Aku baik-baik saja jess. Hahaha… kau tidak perlu mengkhawatirkanku.

To : Taeyeon

Ya! Kau ini… aku akan kerumahmu… jadi buka kan aku pintu. Oke?

To : Jessica

Hahaha…. Baiklah nyonya jung…

++Message End++

Sedangkan disisi lain, Sehun berjalan menuju ke kelas Taeyeon. Akan tetapi yang ia cari tidak berada dikelas. Dan temannya Jessica juga tidak berada disana. Sehun terus melangkah kan kakinya untuk menuju ke kelas Chanyeol.

“Sehun Hyung…” suara itu langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara tersebut.

“Luhan?” nada Sehun sangat kecil saat menyebut nama Luhan dan hanya memperlihatkan ekspresi dingin dari wajahnya.

“Aku ingin bicara denganmu..” Luhan berjalan mendekati Sehun yang hanya diam menatapnya.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” nada Sehun berubah dingin.

“Aku ingin minta maaf… Kau tau kejadian itu membuat Taeyeon noona sampai datang mencariku…”

“Aku tau…” Sehun memotong pembicaraan Luhan.

“Kau sudah tau? Kau juga sudah tau dia mencintaimu?” perkataan Luhan membuat Sehun terkejut.

“Apa? Mencintaiku ? Apa maksudmu?”

“Aku kira kau sudah mengetahuinya hyung.. Taeyeon noona sebenarnya juga mencintaimu. Ia mengatakan hal itu padaku kemarin saat ia menemuiku..”

“Jadi dia mengatakan hal itu padamu?” Nada Sehun berubah menjadi tenang. Perasaannya benar-benar campuk aduk. Ia berpikir bahwa Taeyeon datang menemui Luhan untuk mengatakan perasaannya. Akan tetapi itu berbeda.

“Ne hyung… itulah sebabnya aku mencarimu. Sekaligus meminta maaf untuk kejadian kekanak-kanakkan waktu itu.” wajah Luhan berubah tersenyum.

“Aku juga meminta maaf Luhan… sungguh hal itu sangat tidak berguna.” Sehun menepuk pundak Luhan dan tersenyum.

“Ne hyung. Aku juga ingin menebusnya dengan membantumu.”

“Membantuku?”

“Ne. Aku yakin kau ingin memperbaiki semuanya.. dan oleh sebab itu aku ingin membantumu untuk menyatakan perasaanmu pada Taeyeon.”

“Terima kasih Luhan… Aku sangat menghargai bantuanmu.”

“Jadi hyung sedang mencari Taeyeon noona,bukan?”

“Ne? Dari mana kau tau?

“Karena hyung habis dari kelas Taeyeon noona makanya aku langsung mengetahuinya.” Seketika wajah Luhan berubah menjadi tertawa.

“Jadi ? kau tau dia ada dimana? Dan kenapa dia tidak masuk?”

“Taeyeon noona kurang sehat.. Sudah 2 hari dia tidak masuk.”

“Kurang sehat? Dari mana kau mengetahuinya?” wajah Sehun berubah menjadi khawatir saat mendengar kata-kata yang meluncur dari mulut Taeyeon.

“Dari Jessica noona.. Karena saat aku ingin mencarimu di kelas kau tidak ada.. dan saat itu aku kebetulan lihat Jessica noona sedang terburu-buru dan aku mencoba bertanya. Dan dia mengatakan bahwa Taeyeon noona masih kurang sehat.”

“Apa kau tau rumah Taeyeon dimana?”

“Ne.. Tapi sebaiknya jangan mengunjunginya dulu.”

“Maksudmu?” Sehun tampak bingung dengan apa yang diucapkan Luhan. Luhan mendekati Sehun dan berbisik ditelinganya dan membuat wajah Sehun berubah semangat.

****Because You Loved Me****

Hari berlalu dan kini Taeyeon sudah masuk kembali ke sekolah. Semuanya tampak biasa saja,akan tetapi ada yang masih mengganjal. Ia tidak melihat tanda-tanda kehadiran Sehun dan teman-teman yang lainnya.

“Jess… apa kau tidak merasa aneh?” wajah Taeyeon berubah bingung.

“Aneh kenapa?”

“Aneh saja… tidak ada tanda-tanda kehadiran Sehun dan yang lainnya…”

“Katanya mereka sedang ke latihan di lapangan basket…”

“Mwo? Latihan? Untuk apa?”

“Mungkin saja ada pertandingan?”

“……” sejenak Taeyeon terdiam. Ia merasakan sesuatu perasaan aneh dan tidak enak. Tiba-tiba saja ponsel Jessica berbunyi dan sontak membuat Taeyeon tersadar pada keheningannya. Terlihat Jessica mengangkat teleponnya dan tidak lama kemudian wajahnya berubah aneh.

“Mwo? Apa kau yakin Kris?”

“Ada apa??” seketika Taeyeon merasa penasaran dengan keterkejutan Jessica.

“Baiklah… aku dan Taeyeon akan kesana.”

“Ada apa?? Apa yang terjadi??” suara Taeyeon berubah menjadi kecemasan.

“Kris…. Di..dia…”

“Ada apa??? Kris kenapa?? “

“Kris dia beritahu kalau Sehun kecelakaan, saat mengambil bola dan tiba-tiba motor kecepatan tinggi datang dan….”

“…….” Tubuh Taeyeon berubah kaku dan mulutnya tiba-tiba membisu. Taeyeon yakin ia salah dengar.

“Taeyeon-ah… kita harus kesana sekarang….” Suara Jessica berusaha menyadarkan Taeyeon dari lamunannya. Dan seketika Jessica langsung menarik tangan Taeyeon. Karena Taeyeon tampak syok dengan apa yang didengarnya.

“Jess… a..ak..aku…”

“Aku tau… tapi kita harus kesana sekarang…”

Tidak lama kemudian mereka sampai ditempat yang dimaksud. Taeyeon dan Jessica masih terdiam di dalam taksi yang mereka tumpangi.

“Ayolah Taeyeon kita harus melihat keadaannya.”

“….”

Jessica dan Taeyeon sudah berdiri di dekat lapangan dan mereka masih terdiam disana terutama Taeyeon. Banyak orang berkerumun dan disana. Taeyeon merasa badannya bergetar. Ia merasa tidak sanggup untuk harus melihat apa yang tidak seharusnya dia lihat.

Taeyeon berusaha menguatkan diri melangkah ke arah orang-orang berkerumunan. Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah. Ditemani sahabatnya Jessica disampingnya. Ia menerobos kerumunan dan dihadapannya terdapat kertas koran yang menutupi badan seseorang.

“Sehun-ah….” Tangis Taeyeon pecah sejadi-jadinya. Ia terjatuh berlutut di hadapan mayat tersebut. Dan Jessica berusaha menenangkan sahabatnya. Sedangkan orang-orang di sekitarnya menatapnya ibah.

“Tenanglah Taeyeon…”

“Kenapaaa?? A..aku… belum mengucapkan kata yang seharusnya aku ingin sampaikan… dan kau harus pergi secepat ini….” Taeyeon mengeluarkan apa yang ada dihatinya dengan air mata yang mengalir semakin deras dan berusaha untuk melanjutkan kalimatnya. “Aku ingin mengatakan kalau aku sangat mencintaimu sehun…. Aku rindu padamu pabo…”

“Benarkah?” suara yang muncul membuat Taeyeon terdiam.

“…….”

“Benarkah kau mencintaiku??” suara itu muncul lagi dan suara itu terasa dekat dan Taeyeon merasa itu berada di belakangnya. Dan Taeyeon menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya dia.

“Sehun……????”

“Benarkah yang tadi kau katakan???” Sehun tersenyum gelih melihat gadis yang ia cintai seperti ini.

“Kauu… Apa aku bermimpi??? Kau masih hidup??” Mata Taeyeon membulat sempurna. Dan seketika Jessica mencubitnya dan Taeyeon memekik kecil karena rasa sakit yang ia rasakan.

“Jadi?? Apa yang kau katakan itu benar??”

“Ya! Kau mempermainkanku?? Dan yang tertutup itu apa???” pekik Taeyeon yang kesal dengan apa yang terjadi padanya.

“Itu hanyalah boneka. Jadi rencanaku berhasil??” kini Sehun tertawa lepas melihat tingkah dan ekspresi yeoja yang berada di hadapannya. Begitu juga Jessica yang ikut tertawa karena sahabatnya begitu lucu untuk dikerjai.

“YA! Sehun pabo!!! Kau sangat…sangat… menyebalkan!!!! Kau pikir ini lucu,huh??” Taeyeon menunjukkan wajah kesal saat ini.

“Aniyoo… tapi aku ingin tau perasaanmu yang sesungguhnya dan mendengarnya langsung.”

“PABO!!! Kau menyebalkan.” Taeyeon kini berdiri dihadapan Sehun dan memukulnya. Tapi seketika itu juga Sehun memeluknya.

“Aku juga mencintaimu Taeyeon… sangat-sangat mencintaimu…” Pelukan yang dilakukan Sehun membuat Taeyeon berhenti marah.

“….”

“Aku tau selama ini aku mencintai mu dan menyukaimu tapi perasaan itu selalu aku ragukan.. Tapi sekarang… benar-benar tulus…” Sehun mempererat pelukannya. “Gomawo sudah mau mencintaiku, Taeyeon-ah…”

“Aku juga berterima kasih karena sudah mencintaiku… Dan jangan berhenti memanggil julukan itu padaku.” Taeyeon membalas pelukan Sehun. Dan saat itu juga semua orang yang tadi berkerumun ikut bertepuk tangan dan bersorak gembira dan teman-teman Sehun ikut datang membawa sebuah pita yang siap untuk diledakkan dan mereka juga ikut bergembira.

*****************

PROLOG

****************

2 Minggu kemudian….

Kini Taeyeon dan Sehun menikmati kebersamaan bersama di sebuah restoran yang sudah di pesan oleh Sehun.

“Jadi… kau dan Luhan mengatur semua itu??”

“Ne.. Sebenarnya, aku ingin mengunjungi mu saat kau sakit,tapi Luhan malah menyuruhku untuk jangan menemuimu dan menyiapkan rencana itu.”

“Kau benar-benar mengejutkanku….”

“Dan wajahmu benar-benar lucu.” Sehun kini tertawa membayangkan kejadian itu.

“Itu tidak lucu Sehun pabo..” Taeyeon mendaratkan pukulan kecil diatas kepala Sehun. Dan kesakitan terasa jelas diwajah Sehun.

“Sakit noona…” Seru Sehun sambil mengelus kepalanya yang sakit.

“Taeyeon-ah… Apa kau masih ingat buku cerita yang pernah kau bacakan padaku?”

“Buku cerita…??”

“Ne… Buku cerita yang kau ceritakan saat di perpustakaan.”

“What Is Love? Buku cerita yang tidak kau dengarkan waktu itu kan?” Taeyeon tertawa kecil saat mengingat kejadian waktu itu.

“Ne… dan sebenarnya saat itu aku mendengarkan ceritamu. Dan handset yang berada ditelingaku itu hanya terpasang begitu saja tapi tidak mengeluarkan musik. Dan aku sudah membacanya habis.” Ujar Sehun tertawa.

“Mwo?? Kau membacanya habis??”

“Ne… dan benar-benar ending yang bagus. Dari cerita itu aku tau, bahwa mencintai seseorang itu karena kita bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangan kita.”

“Kau benar… dan mau menghadapi semuanya bersama dalam suka maupun duka.” Seru Taeyeon sambil tersenyum bahagia dihadapan Sehun kekasihnya.

“Taeyeon-ah…”

“Ne?”

“Bisakah aku meminta sesuatu?”

“Minta apa?”

“Maukah kau menyanyikan lagu yang pernah kau nyanyikan saat di aula dulu?”

“Mwo? Lagu itu??”

“Ne… aku ingin kau menyanyikannya dan aku akan mengiringi musiknya.”

“Baiklah.” Ujar Taeyeon yang tersenyum bahagia.

——THE END——

*Akhirnya tamat!!! Terima kasih para readers yang sudah mau membaca cerita absurd yang tidak jelas ini. dan author meminta maaf jika endingnya berakhir seperti ini dan sedikit mengecewakan. Selama 2 tahun akhirnya selesai dan author terus memikirkan endingnya seperti apa? Dan author memutuskan untuk membuat endingnya seperti ini ^^

*Author juga mau berterima kasih karena selama ini banyak masukkan dan kritikan yang membangun buat author,agar membuat bahasanya lebih baik lagi. Dan author juga sangat terinspirasi lagu Celine Dion –Because You Loved Me. Dan ini adalah karya debut pertama author saat mengenal dunia fanfiction dan dipublish di exoshidaefanfiction yang pertama kalinya. Dan begitu banyak inspirasi untuk melanjutkan dari berbagai fanfiction yang author baca. ^^

*Author juga sedang mempersiapkan cerita baru dan ada karya author yang sedang berlangsung yaitu My Bad and Good Boy. Bagi yang belum baca,bisa dibaca ^^ so ditunggu ya cerita barunya dan semoga bisa menghibur readers sekalian ^^

Iklan

12 tanggapan untuk “Because You Loved Me (Part 7 – END)

    1. Gomawo ne daizzy sudah mau jadi first coment :’) jujur author tidak ingin trlalu panjang tamat cerita ini karena nanti jadi memnosankan -,-
      Mianhae ne kalau banyak typo dan ceritanya tidak seru sesuai harapan TT__TT #author sudah melakukan yang terbaik#

      Ditunggu ya!!! ^^ cerita baru sudah menanti kok :3 Gomawo sudah mau jadi first coment dan readers setia 😀

      1. Haha , eoh cheonma author nim 😊 .. nde ! Gwenchana ! Alur ceritanya memang daebakkk !! Hahaha .. yah terus bisa di ingat terus thor .. hahha ..typo? Ani , ianya ngak punya typo kok ☺😊 eoh! Pasti ditunggu cerita baru!! Emm , thor My good and bad boy itu cast nya Chanyeol sama Taeyeon kan? Ngak silap ku aja .. hahahhaa ~ FIGHTING!!

  1. My Bad and good boy .. mian thor ku tersalah tulis pada tajuk ff itu .. ahahha.. udah kebalikkan terus gara gara asikk bacain ff nya 😂 mianie thor nim ! Btw FIGHTAENG!!

  2. Daebak, ff nya dirilis juga dan ternyata udah end, aku suka banget sama ceritanya thornim.. ❤
    dan buat ff thornim yang lainnya aku tunggu thornim.. 🙂
    Fighting.. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s